Minggu, 19 Maret 2017

Sebulan Kemarin

Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamualaikum... hari ini, hari yang perlu diingat. Tepat sebulan lalu, saya resmi menjadi istri orang. Dia yang (semoga) beruntung adalah Muhammad Perdana (mungkin yang benar adalah saya yang beruntung karena dia lah yang menjadi suami saya). Sebelumnya, saya mohon maaf barangkali ada orang-orang yang luput kami beri kabar bahagia ini. Harapan saya, siapapun yang membaca tulisan ini turut merasakan kebagaiaan kami dan turut mendoakan untuk kebahagiaan kami, dunia akhirat....


Banyak yang kaget atau tidak percaya hingga akhirnya, pada hari Sabtu (18/2) lalu ikrar suci itu terucap. Meski teman satu angkatan, satu kelas dan mungkin beberapa kali satu organisasi di kampus dulu, saat si mas menyebarkan undangan pernikahan kami melalui beberapa sosial media beberapa pekan sebelum hari H, banyak orang yang bertanya: "Kok bisa, kok dia mau sama kamu? kok bisa kalian nikah. kok nggak dari dulu?" dan banyak pertanyaan "kok bisa kok bisa lainnya".


Well, terhadap pertanyaan ini, saya hanya bisa bilang: Gusti Allah maha pengatur waktu yang paling sempurna. Tentang kenapa akhirnya kita menikah, tentu saja ini juga proses. Inilah yang saya sebut sebagai sebuah perjalanan yang entah bagaimana kamu mengindar, atau mengingkarinya, jika Allah berkehendak, maka kamu nggak bisa mengelak, menolak. Kadang, semua hanya soal waktu yang mendewasakan kita masing-masing.

Lalu, bagaimana setelah menikah?
Saya selalu bilang, bisa menikah dengan teman itu sebuah keberuntungan. Setidaknya, ada satu tahap pertemanan yang pernah kalian lewati. Semua tidak dimulai dari nol. Meski berteman dan menikah tentu tidaklah sama. Kamu tahu, banyak orang berteman kemudian menikah. Di sisi lain, banyak orang yang belajar menjadi teman setelah menikah. Dan kamu tahu, menikah itu pembelajaran yang tidak pernah ada habisnya.

Menikah dengan teman sendiri adalah salah satu impian saya sejak dulu. Kalau Anda penonton Kuch Kuch Hota Hai, saya adalah tim Anjeli. "Cinta adalah sahabat," begitu kata Rahul. Pria yang sudah dicintai Anjeli sejak lama, namun Tuhan berkata lain, Rahul memilih Tina menjadi istrinya. Namun, kembali soal waktu hingga pada akhirnya Anjeli pun berjodoh dengan Rahul, meski proses yang mereka lewati juga tidaklah mudah (nah kan malah gagal fokus ke sinopsis film, lanjut yaaa)

Jatuh cintalah dengan orang yang bersedia ngobrol denganmu, bertengkar denganmu, lalu setelah bertengkar kalian bisa mencintai lebih dalam lagi...
Bagaimana tahu seseorang itu jodoh kita?
Tahun 2016 adalah titik awal saya mulai memikirkan tentang sebuah pernikahan. Sebelumnya? Hmm... jangan ditanya. Saat saya meminta seseorang menjadi jodoh saya, saya selalu meminta sebuah kemudahan. Jangan lupa, dimudahkan untuk jatuh cinta juga bagian dari doa yang selalu saya panjatkan. Dimudahkan untuk jatuh cinta, dan dimudahkan untuk proses dan mendapatkannya, ini sepaket doa tiap saya shalat. Mudah dan sederhana. Begitu pula yang selalu saya inginkan.

Kalau ada yang bertanya: kamu kapan dilamar? saya tidak pernah bisa menjawab pertanyaan ini. Tidak pernah ada acara lamaran, atau tunangan atau sejenisnya dalam proses kami. Barangkali, hari saya dilamar adalah hari saat saya sedang berada di Rusia untuk menjalankan sebuah tugas liputan. Waktu itu bulan November, saya tak ingat tanggalnya. Pada hari itu, orang tua mas datang ke rumah dan meminta izin orang tua saya untuk boleh diambil menjadi istrinya. Ya, waktu itu bulan November.

Tentang jodoh, banyak yang bimbang. Pun demikian dengan saya. Jangan lupa, seseorang belum benar-benar menjadi jodoh kamu sebelum kalian resmi menikah. Banyak cerita sebuah pinangan yang dibatalkan hanya karena alasan sepele. Soal kemantapan hati ini menjadi doa lain yang saya panjatkan. "Aku cuma bisa nitip kamu sama Allah. Biar Allah yang jaga." Doa ini yang selalu menjadi penyejuk ketika ada ragu yang datang menyerang. Bukankah semua orang yang hendak menikah dibisikan keraguan oleh setan?

Kalau kata mas: ketika kamu sudah meminta dan Allah udah kasih jawaban, jangan ragu lagi. Jawaban Allah jangan dinego. Nego-nego itulah yang mengganggu dan akhirnya menimbulkan keraguan... Nego itu seperti apa? Nego itu bentuk keraguan yang kamu buat sendiri: Masa iya dia jodoh saya? Bagaimana kalau saya bertemu dengan orang yang lebih baik? Oke, kamu jodoh saya tapi biarkan saya melakukan A, B, C dulu sebelum kita menikah? Hei.... banyak setan...

Kamu adalah jawaban dari doa-doaku. Ketika aku meminta, kamu tiba-tiba datang. Dan aku yakin kamu jawabannya...
Setelah menikah, lalu apa?
Sebelum menikah, satu hal yang jangan pernah lupa adalah soal niat: semua harus diniatkan ibadah. Kenapa ibadah? karena menikah bukan hal yang mudah dan ringan. Banyak konsekuensi yang melekat ketika kamu sudah menjadi istri atau suami orang. Buat perempuan, pesan saya adalah menikahlah dengan orang yang Anda yakin bisa taat kepadanya. Karena menjadi istri satu yang wajib adalah taat kepada suami. Maka, kini kuulang lagi doaku yang sederhana:

mas, semoga kamu adalah jalan bagiku untuk meraih surga (karena taat padamu), sehingga kelak aku bisa memasukinya dari pintu mana saja...

selamat 1 bulan, semoga setiap hari ada hal-hal yang bisa kita tertawakan meski mungkin semuanya tidak selalu berjalan dengan baik. semoga setiap pertengkaran-pertengkaran kecil menjadi pupuk yang menjadikan kita lebih mengenal satu sama lain, dan semakin menyuburkan rasa cinta yang ada di dalam hati kita....
Jadilah lelaki yang baik. Sebaik-baik lelaki adalah yang paling baik kepada keluarga dan istrinya...


dari aku,
istrmu yang masih banyak sekali kekurangan dan mencoba selalu belajar

Sabtu, 10 Desember 2016

10 Benda yang Wajib Kamu Punya untuk (calon) Penganten (Baru)



Assalamualaikum....
Semua orang yang mau menikah pasti dibikin rempong sama urusan persiapan pernikahan. Yang nyetak undangan lah, cari baju lah, cari souvenir lah, cari catering lah dan segala tetek mbengek soal pernikahan. Nah, jangan lupa juga yaa buat kalian calon pengantin buat mempersiapkan juga apa yang musti dilakukan setelah menikah.

Kalau sudah menikah, sebaiknya kalian tinggal di rumah yang berbeda dengan orang tua. Ya, namanya juga membangun rumah tangga, musti belajar mandiri juga. Kalau belum punya rumah sendiri, its oke, banyak alternatif yang tetap bisa kalian lakukan untuk mencoba mandiri. Mengontrak rumah misalnya, atau sewa apartemen. Eh tapi, jangan sewa apartemen ding, mahal booo.. mending uang sewanya dipake buat beli rumah..

Well, apapun pilihan kamu, mau ngontrak atau rumah sendiri atau apartemen, kamu musti punya prioritas barang-barang apa saja yang wajib kamu punya di rumah. Kata temen saya yang penganten baruu nih (umm udah nggak baru-baru banget sih, udah mau punya anak hehe), menikah itu kaya main rumah-rumahan. Beli barangnya satu-satu. Kecuali kamu punya tabungan yang banyaaak banget sehingga bisa beli isi rumah dalam satu waktu. Yeah, bulan ini beli kulkas, beli depan beli mesin cuci.

Nah, berikut ini beberapa referensi buat kalian para pengantin baru atau calon pengantin (uhuk!!) yang mau isi rumah. Ini saya masih ngebayangin sih yaa... belum jadi pengantin beneran soalnya :p (tertanda calon penganten sotoy yang ngebayangin kalau udah tinggal di rumah berdua ama suami)
FYI, ini referensinya juga dapet ngobrol dari berbagai sumber ya, hehehe

1. Kasur
Kasur bakalan jadi barang pertama yang wajib kamu punya. Kamu nggak mungkin tidur di karpet kaan? Ntar masuk angin atau pegal-pegal lhooo. BTW, ternyata harga kasur juga lumayan mahal ya masbro.. jadi perlu diperhatikan betul belinya, jangan sampai ngasal. Ya, syukur-syukur bisa dapet diskon pas beli (ntar kalau udah punya kasur beneran saya kasih tips cari kasur yaaa....). Kalau dipan kayaknya nggak begitu prioritas dulu deh, belinya kapan-kapan aja kalau udah punya uang berlebih (jiaah berlebih)

2. Rice cooker
Kalau kasur mahal, rice cooker lumayan murah dan biasanya banyak juga sih yang ngasih kado ini pas nikahan #eh kok jadi ngarep, hehe. Rice cooker ini penting buat makan *yaiyalah* Kalau kamu masih belum bisa masak sayur atau lauk, setidaknya kamu bisa masak nasi jadi kalau mau makan tinggal beli saur atau lauknya aja, nasinya udah aman.
Well, selanjutnya saya asumsikan kebutuhan dapur macem piring, sendok dll udah punya yaaa

3.Kompor
Kompor ini penting meski kamu nggak bisa masak sama sekali. Yakinlah bahwa kompor ini sangat berguna, setidaknya kalau kalian mau bikin mie instan bisa lebih enak. Sungguh, makan mie yang dimasak dari rice cooker itu sama sekali nggak enak rasanya.

4. Dispenser
Dispenser ini penting buat minum, air panas atau air dingin. Yaa... ini sebenernya nggak urgent-urgent banget sih, yang penting punya galon buat minum :p

5. Lemari
Lemari penting buat kalian (saya asumsikan ngontrak dengan hanya satu kamar) supaya baju-baju rapih dan nggak berantakan. Nah, berhubung kalau udah menikah kan ada dua orang, belilah lemari yang besar. Kenapa? Karena perempuan tidak pernah merasa memiliki lemari yang cukup besar. Hahaha, kami para perempuan selalu merasa lemari itu penuh. Dan ironisnya adalah kami selalu merasa tidak memiliki baju. HAHAHAHAHAHA
Kalau kontrakan kalian berisi dua kamar, kebutuhan membeli lemari ini bisa dipending karena baju kamu mungkin sementara bisa disimpan di kamar sebelah dulu yaa

6. Mesin Cuci
Kalau kalian yang malas mencuci seperti saya (laah ketahuan) mesin cuci juga bakal jadi barang prioritas. Sebab, kalau sudah menikah cucian kamu selama jadi anak kos itu nggak ada apa-apanya. Kalau udah menikah, cucian kamu bakal bertambah dua kali lipat. Kalau mau laundry terus-terusan mahal lho masbro.. Saya aja kalau nglaundry sebulan bisa habis Rp 120 ribu, itu baru baju sendiri (FYI, nggak semuanya baju saya laundry yaa soalnya bawanya berat. Biasanya nglaundry 3,5 kilo aja, sisanya masih dicuci sendiri). Kalau baju berdua bisa habis Rp 240, anggap saja Rp 300 ribu yaa sebulan. Itu lumayan kalau mau dibeliin reksadana :D (bukan pesan sponsor)

7. Kulkas
Well, sebenarnya dari tadi saya mengasumsikan pengantin baru ini nggak memprioritaskan buat masak sendiri dulu makanya kulkas tidak lebih prioritas dibanding mesin cuci. Pertama kalau kamu sudah punya dispenser yang air dingin, kamu nggak perlu-perlu banget kulkas. Risikonya pasti jadi nggak bisa nyimpen sayur atau buah-buahan. Tapiii... seiring dengan berjalannya waktu pasti kamu akan penasaran buat nyobain resep-resep baru kan (dan saya yakin ini tidak terjadi di bulan pertama kamu menikah, yaa paling bulan kedua atau ketiga :p) jadi kamu tetep perlu kulkas. Yaa, buat naroh yakult lah kalau nggak mau dipake buat nyimpen sayuran hahahaha...

8.Sofa
Nah.. kalau semua barang-barang primer tadi sudah terpenuhi ya mulai dilengkapin aja tu rumah biar nggak kosong-kosong banget. Hehe, misalnya beli sofa biar kalau ada tamu nggak di karpet muluu. Kalau mau praktis beli sofanya yang bisa dilipet buat dijadiin kasur aja.

9. AC
Jabodetabek panas ya cyynt... buat kamu yang nggak tahan panas boleh lah pasang AC setelah berbulan-bulan menggunakan kipas angin. Biar suasana rumahnya lebih dingin.

10. Kendaraan atau rumah?
Hmm...kalau kamu udah selesai beli isi rumah, saatnya beli rumah yang sebenarnya. (yang saya ceritain di atas berlaku di rumah kontrakan yaa) Jadi awal-awal pas nikah anggap saja kamu juga sedang menabung untuk mempersiapkan DP rumah. Jadi ketika barang sudah lengkap seiring dengan DP rumah yang sudah cukup, mungkin sudah saatnya kalian mencari rumah sendiri....

Nah.. itu tadi item-item yang wajib kamu punya setidaknya di awal-awal pernikahan. Ini versi saya lho yaa. Yang nggak kalah penting kalian harus punya tabungan bersama yang tiap bulan harus kalian isi untuk kebutuhan-kebutuhan darurat atau buat biaya liburan juga (inget jangan lupa liburan ya, jangan kerja mulu) atau juga keiginan-keinginan kalian sendiri, misal beli kendaraan atau beli rumah (bagi yang belum ada). Atau kalau si pengantin baru ini sudah hamil kan jadi perlu biaya melahirkan. Harus disiapkan. Kalau sudah melahirkan kan perlu biaya buat si kecil. Tabungan ini sifatnya nggak boleh diambil-ambil kecuali di pos-pos yang sudah disepakati yaa.

Selasa, 06 Desember 2016

Hal yang Perlu Kamu Ketahui Saat Mau Jalan ke Rusia

Rusia bagi banyak orang (termasuk) saya dianggap sebagai negara yang misterius. Tidak terbuka. Bener nggak yaa? Terlepas dari benar atau tidak, Rusia merupakan negara yang memesona. Bangunan-bangunnaya yang ikonik dan Disney banget itu bakalan jadi spot yang superkece buat kamu-kamu yang suka foto-foto. Nah, kalau kamu tertarik buat jalan-jalan ke Rusia, ada beberapa hal yang perlu kamu ketahui biar nggak offside pas ke sana. Ini dia"



*Rusia memiliki wilayah yang sangat luas. Dari ujung ke ujung bisa mencapai 8.000 km, hampir dua kali luas Indonesia. Jika Indonesia hanya memiliki tiga zona waktu, di Rusia ada 12 zona waktu. Pastikan Anda berada di zona waktu yang tepat.

*Tidak mudah mendapatkan Wi-Fi gratis di tempat-tempat umum di Rusia, kecuali di hotel. Untuk memudahkan komunikasi, sebaiknya Anda perlu membeli nomor SIM lokal begitu sampai di Rusia. Harga kartu SIM sekitar 650 rubel, sudah lengkap dengan paket internet dan pulsa telepon.

*Orang Rusia sangat mencintai seni. Semua hal bisa dijadikan seni. Karena rasa cinta yang tinggi akan seni inilah membuat orang Rusia sangat suka mengunjungi museum. Jadi, jangan heran ketika musim dingin sekalipun antrean untuk masuk museum sangat panjang. Banyak pula terdapat gedung teater di sana yang bisa Anda coba kunjungi.

*Orang Moskow jarang sekali menyeberang di jalan raya. Untuk alasan keamanan, pengguna jalan harus menyeberang melalui bawah tanah di jalan-jalan Rusia. Pengguna jalan hanya boleh menyeberang di jalan jika terdapat tanda diizinkan untuk menyeberang, dan tidak banyak ada tanda boleh menyeberang tersebut.

*Orang Rusia sangat menghargai privasi. Jangan pernah sembarangan memotret orang lain atau menyentuh anak-anak tanpa izin.

*Saat berada di tempat wisata, sebaiknya Anda menghindari berfoto dengan orang yang berkostum mirip orang terkenal. Sebaiknya Anda juga menolak ketika ada orang yang menawari Anda berfoto dengan burung-burung. Sebab, berfoto dengan burung dan tokoh tersebut tidak selalu bersifat sukarela. Anda akan dimintai uang dalam jumlah yang cukup banyak sebagai kompensasinya.

*Siapkan pecahan uang 15 rubel jika Anda termasuk orang yang sering ke toilet karena jarang ada toilet umum gratis di Rusia. Siapkan pula tisu basah karena toilet tidak menyediakan air.

Mau ke Rusia, Simak Dulu Persiapannya Nih

Rubel, mata uang Rusia, tidak mudah didapatkan di Indonesia. Bagi Anda yang ingin membawa rubel dari Indonesia, Anda perlu menelepon money changer lebih dulu untuk memesan. Pemesanan rubel membutuhkan waktu sekitar satu hari. Kurs mata uang rubel setara dengan Rp 270. Sebaiknya menukarkan rubel secukupnya. Sebab, sisa rubel yang Anda miliki nilainya akan jatuh separuhnya ketika dijual kembali di Indonesia. Jika masih kekurangan rubel untuk keperluan di Rusia, Anda masih bisa menukarkan di bandara atau hotel dengan risiko nilai kurs yang lebih tinggi. Oh ya, di Indonesia, saya menukar Rubel di Ruko Galaksi di Bekasi.



Makan apa di Rusia?
Tidak mudah mencari makanan dengan label halal di Rusia. Tetapi, Anda bisa memesan dengan menyebut no pork. Masyarakat Rusia umumnya menggunakan minyak bunga matahari untuk memasak. Akan sulit mendapatkan nasi putih di Rusia. Jika ingin makan nasi, Anda bisa mampir di restoran Uzbekistan atau Turki. Tentu, jenis nasinya berbeda.

Bagi Anda yang tidak bisa hidup tanpa cabai, sebaiknya persiapkanlah dulu saus atau sambal kemasan. Tak ada cabai di Rusia. Untuk mengobati rasa kangen dengan masakan Tanah Air, kami rombongan trip membawa perbekalan makanan Indonesia. Di hotel, rombongan menyempatkan untuk memasak dengan rice cooker.

Agar tak menggigil di dinginnya Rusia

Liburan pada musim dingin perlu dipersiapkan dengan serius, apalagi di Rusia. Jikà persiapan fisik kurang dan pakaian tidak mendukung untuk traveling, perubahan suhu bisa mengakibatkan mimisan atau radang.

Untuk menjalankan trip dengan nyaman, Anda jauh-jauh hari perlu menyiapkan pakaian musim dingin. Jaket, sweater, kaus kaki, sarung tangan,longjohn, dan syal menjadi barang wajib yang dibawa. Sebaiknya Anda menggunakan bahan heat tech untuk menjaga kehangatan tubuh. Agar tetap hangat setidaknya tiga anggota tubuh, yakni kepala, tangan, dan kaki yang harus benar-benar dijaga dari rasa dingin.

Supaya tidak mengganggu kenyamanan dalam mengambil foto, sebaiknya Anda menggunakan sarung tangan touchscreen. Dengan begitu, Anda tidak perlu membuka sarung tangan ketika ingin menggunakan kamera ponsel yang layar sentuh. Jangan lupa menggunakan body butter,lip butter, dan pelembap wajah agar kulit tidak pecah-pecah di suhu yang superdingin di Rusia.

Merasakan Nuansa Religi di Negeri Bekas Komunis


Rusia sebagai bekas Uni Soviet dikenal sebagai nenek moyang lahirnya paham komunis. Di negara ini pula agama dan sistem kehidupan dipisahkan. Di sekolah, para siswa tidak diajarkan pelajaran agama. Tetapi, bukan berarti masyarakat Rusia ateis. Gereja dan masjid banyak dijumpai di Rusia. Para siswa umumnya belajar agama dari kunjungan tempat ibadah. Di Rusia, rumah ibadah juga difungsikan sebagai museum. Di Kota Moskow, banyak terdapat gereja umat Kristen ortodoks. Gereja dengan atap kubah seperti masjid. Perbedaannya ada pada tanda salib di bawah kubah.

Penganut Kristen ortodoks juga mengenakan busana seperti perempuan berjilbab.

Destinasi pertama wisata religi yang kami kunjungi di Rusia adalah Masjid Katedral Moskow. Trip yang saya ikuti membawa misi Hijab for the World. Masjid ini adalah masjid terbesar di Eropa. Katedral artinya tempat berkumpulnya banyak orang. Secara sederhana, masjid ini bisa dibahasakan seperti Masjid Raya Moskow. Masjid yang mampu menampung 10 ribu jamaah ini berlokasi di sebelah Olympic Indoor Stadium di pusat Moskow.



Masjid Katedral Moskow awalnya dibangun pada 1904, kemudian direstorasi pada 2005 dan diresmikan pada 2015 oleh Presiden Rusia Vlamidir Putin. Masjid Katedral terdiri dari empat lantai. Di lantai pertama, jamaah bisa menitipkan sepatu dan jaket.

Di lantai kedua, tempat shalat untuk jamaah pria. Lantai ketiga difungsikan sebagai tempat shalat jamaah wanita. Lantai ketiga difungsikan sebagai museum dan lantai keempat difungsikan sebagai tempat shalat jamaah pria.

Para pengunjung non-Muslim dipersilakan mengunjungi lantai ketiga untuk melihat-lihat museum Masjid Katedral Moskow. Di museum inilah pengunjung bisa menyaksikan bagaimana proses pembangunan masjid dan seperti apa ajaran Islam. Di sekitar masjid, terdapat kafe dan tempat penjual suvenir. Pengunjung bisa membeli cenderamata khas masjid katedral di toko tersebut.

Kami juga mengunjungi gereja ortodoks tertinggi di dunia. Gereja katedral dengan tinggi 103 meter ini adalah Cathedral of Christ the Saviour. Ornamen di dalamnya sangat mewah berlapis emas. Tulisan-tulisan di dalam gereja ini ditulis dalam bahasa Rusia kuno yang menurut pemandu wisata kami juga hanya bisa dimengerti oleh orang-orang Rusia zaman dulu.

Dua hari berada di Moskow, kami berpindah ke Kazan. Perjalanan dari Moskow ke Kazan ditempuh selama satu jam menggunakan pesawat lokal. Di pesawat lokal S7 yang kami gunakan, hanya diizinkan membawa satu tas untuk kabin. Alhasil, semua barang yang kami bawa masih dititipkan di hotel di Moskow. Kazan merupakan kota dengan penduduk mayoritas beragama Islam. Cuaca di Kazan lebih dingin dibandingkan di Moskow. Maklumlah letaknya di dataran tinggi. Suhu di Kazan saat kami berkunjung mencapai -11 derajat Celcius.

Di Kota Kazan, kami didampingi oleh dua mahasiswa Indonesia yang berkuliah di sana, yaitu Bintang Rahmad Ginca dan Rifqi Ahmad Riyanto.

Kremlin di Kazan terbilang istimewa. Di Kremlin Kazan terdapat Masjid Kul Syarif dan Kathedral Annunciation. Adanya gereja dan masjid dalam satu kompleks kremlin ini menurut Rifqi sebagai simbol toleransi umat beragama di Kazan.

Pada masa penjajahan dan masa perang, kremlin menjadi benteng pertahanan terakhir. Pahlawan-pahlawan Kazan diabadikan dalam wujud patung besar yang bisa dilihat sebelum memasuki kompleks Kremlin Kazan.

Masjid Kul Syarif dihiasi kubah berwarna biru. Masjid dengan nama seorang pahlawan Kazan ini terdiri atas empat lantai. Saat jamaah masuk masjid, jamaah langsung bisa menjumpai museum. Di pojok lantai dasar terdapat satu ruangan khusus untuk qari membaca Alquran selama 24 jam. Nuansa keislaman sangat terasa di sini.

Saat berada di Kazan, jangan lupa membeli peci. Peci merupakan oleh-oleh favorit bagi para wisatawan. Peci di Kazan bisa dibeli seharga 500-1.000 rubel, bergantung pada kerumitan desainnya. n

Sehari semalam di Kota Kazan, perjalanan berlanjut ke St Petersburg. Tetapi, sebelumnya kami kembali ke Moskow untuk mengambil koper yang ditinggal di hotel. Dari Moskow, kami naik kereta cepat Sapsan menuju St Petersburg. Perjalanan naik kereta ditempuh sekitar empat jam. Kami pun saling membantu membawakan koper. Kereta melaju dengan kecepatan 200 km/jam dan hanya berhenti sekitar satu menit di stasiun-stasiun tertentu. Bangku-bangku di kereta Sapsan mirip seperti kereta kelas eksekutif yang dimiliki oleh PT KAI di Indonesia.

Suhu di St Petersburg ada pada angka delapan derajat Celcius waktu itu. Cukup tinggi untuk ukuran musim dingin di Rusia. Tetapi, angin yang kencang membuat kota ini tak kalah dingin. Di St Petersburg kami tidak mengunjungi kremlin, kami menyambangi Hermitage.

Hermitage adalah museum yang paling terkenal dan menjadi tujuan wajib pengunjung St Petersburg. Bangunan bersejarah ini merupakan pusatnya karya seni yang paling indah di seluruh dunia. Di kompleks itu pula dulu kaisar-kaisar Rusia bersemayam. Ada juga bekas markas tentara Rusia yang kini dimanfaatkan sebagai museum. Bangunan-bangunan khas dari tempat ini juga cukup memuaskan untuk dinikmati. Di lingkungan Hermitage terdapat Sungai Neva yang sudah berubah menjadi hamparan es.


Di Petersburg, kami mengunjungi Masjid Biru. Bagi wisatawan asal Indonesia, sayang sekali jika melewatkan Masjid Biru lantaran masjid ini juga disebut sebagai Masjid Sukarno. Masjid ini memang terkenal karena Presiden Sukarno dianggap cukup berjasa dalam memfungsikan kembali bangunan ini sebagai masjid. Pada zaman Soviet, bangunan ini sempat difungsikan sebagai gudang dan digunakan kembali sebagai masjid atas permintaan Presiden Sukarno ketika berkunjung ke St Petersburg pada 1956. Saat kami berkunjung, masjid ini sedang direnovasi.

Serunya Jalan-Jalan di Rusia Saat Musim Dingin


Dingin dan misterius. Begitu yang tergambar setiap kali mendengar nama 'Rusia' diucapkan. Soal dingin memang benar, tapi Rusia ternyata tidak semisterius dugaan saya. Salju menyambut kedatangan kami di Bandara Demodedovo, Moskow, Selasa (15/11).

Suhu -4 derajat Celcius saat itu. Bagi saya yang biasa hidup di Indonesia, cuaca di Moskow bukan main dinginnya. Segala peralatan tempur musim dingin di Rusia sudah saya siapkan ketika pesawat kami transit di Dubai. Di Dubai, saya sudah melapisi pakaian Indonesia alias baju tipis dan jaket secukupnya dengan longjohn, pakaian dalam untuk musim dingin.

Dibutuhkan waktu sekitar 18 jam perjalanan dari Jakarta hingga menginjakkan kaki di Moskow. Penerbangan Jakarta menuju Dubai ditempuh hampir delapan jam. Disusul perjalanan Dubai hingga ke Moskow memerlukan waktu sekitar lima jam.



Saya bersama 39 orang lain mengikuti tur Elhijab, sebuah perusahaan fashion Muslim asal Bandung yang setiap tahun rutin menggelar trip sebagai reward bagi mitra-mitranya. Tahun ini Elhijab sengaja memilih Rusia sebagai tujuan trip. Awalnya, CEO Elhijab Elidawati menginginkan trip ke Jepang. Tetapi, setelah melakukan jajak pendapat, rupanya Rusia lebih mengusik rasa ingin tahu para mitra.

Kami didampingi oleh empat orang pemandu. Pemandu utama, Eko Hardjanto, tinggal di Belanda. Dia mengajak dua rekannya, yakni Akhir Pebriansyah yang tinggal di Praha dan Stevia Sutanto yang juga tinggal di Belanda. Sampai di Moskow, kami berkenalan dengan Rina Serova, seorang WNI yang sudah tinggal 12 tahun di Rusia.

Belum sempat menginjakkan kaki di hotel, kami langsung dibawa menuju pusat kota dengan bus, melihat cantiknya Moskow pada malam hari. Kremlin Moskow adalah lokasi yang kami tuju.

Umumnya pusat kota, Moskow juga mengalami kemacetan. Di Moskow bus tak bisa sembarang parkir. Demi menghemat waktu, kami pun berjalan sekitar 500 meter dari lokasi bus menuju Kremlin Moskow. Pemandangan pertama yang kami lihat adalah bangunan megah, ikonik dengan desain unik nan cantik. Ini seperti dunia kartun ala film Disney yang muncul nyata di depan mata.

Kami sampai di Lapangan Merah Kremlin Moskow. Lapangan Merah adalah sebutan untuk lokasi di sekitaran Kremlin Moskow. Kami berfoto-foto dengan latar belakang kremlin di Lapangan Merah. Kremlin sendiri dalam bahasa Rusia berarti istana atau bisa juga dimaknai sebagai benteng pertahanan. Kremlin hampir selalu ada di semua kota besar di Rusia. Lokasi umumnya ada di pusat kota dan menjadi ikon kota.

Kremlin di Moskow merupakan kremlin yang paling populer di Rusia. Di kompleks ini, presiden Rusia menjalankan tugasnya sehari-hari. Di tempat ini terdapat Museum Lenin, Taman Alexander, Api Abadi, Gereja Saint Basil. Gereja Saint Basil sangat terkenal dengan loncengnya. Lonceng gereja berbunyi setiap satu jam sekali. Ada pula lonceng yang berbunyi setiap 30 menit. Sayang, ketika kami berada di sana, tidak sempat mendengar suara lonceng satu dentang pun.


Suhu yang amat dingin memaksa kami tidak bisa berlama-lama di luar. Kami pun berlindung di Mal GUM yang masih di sekitar kremlin. Mal GUM merupakan pusat perbelanjaan yang paling elite di Moskow. Di tempat ini segala barang-barang bermerek dijual. Ada pula beberapa tempat makan ala Rusia di sini.

Selain kremlin di Moskow, kremlin di Distrik Ismailovo, Kota Moskow yang juga cukup populer. Kami mengunjungi Kremlin Ismailovo keesokan harinya. Di sekitar Kremlin Ismailovo, berjajar limosin yang biasanya dimanfaatkan untuk foto-foto pre-wedding. Ada pula semacam kantor urusan agama di dalam kompleks Kremlin bagi pasangan-pasangan yang ingin menikah secara legal. Ada pula tempat yang disediakan bagi pasangan yang baru saja menikah untuk berpesta sederhana di sekitar kremlin. Pasangan juga bisa berpesta di limosin.

Selain ada beberapa museum, di Kremlin Ismailovo juga ada pasar yang menjual berbagai cenderamata khas Rusia dengan harga terjangkau. Pasar di Kremlin Ismailovo bukanlah tempat jual-beli suvenir yang paling terkenal. Tempat yang paling terkenal di Rusia terletak di Jalan Arbat. Kami tidak mengunjungi tempat itu, tetapi membeli cenderamata di kompleks Ismailovo tidaklah mengecewakan. Boneka matrioska yang sangat tersohor di Rusia bisa didapatkan di tempat ini sekitar 400 rubel.

Minggu, 13 November 2016

Hati-Hati Bekerja Ya Mas, Adek Menunggu...

Hehehe.. duuh, judulnya gitu banget ya, kaya udah ada yang ditungguin aja di rumah :p (uhuk banget inilah, pasti habis ini ada yang pengen noyor kepala saya :p ). Jadi, ceritanya kemarin saya habis ikutan talkshow tentang keselamatan kerja yang diadakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Talkshow ini diadakan berbarengan sama Infrastruktur Week yang digelar di JCC.




Tema yang diusung sebetulnya sederhana. Soal keselamatan kerja. Eh, tapi jangan salah ya, meski terdengar simpel kalau disepelekan bisa fatal lho.. Tahu kan, kita tuh sering menyepelekan yang simpel-simpel sampai akhirnya sesuatu berubah menjadi rumit. Di talkshow ini, Direktur Bina Penyelenggara Jasa Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Darda Daraba dan Ketua Umum Asosiasi Ahli K3 Kontruksi, Lazuardi Nurdin bicara soal keselamatan kerja, terutama di sektor konstruksi.

Tahun-tahun sekarang ini, pembangunan semakin marak. Coba deh lihat jalan-jalan sekitar, pembangunan alam, pembangunan perumahan, pembangunan apaaa aja makin marak kan? Mall makin banyak. Umumnya kita (cie kita) hanya melihat kalau bangunan itu atau jalan itu sudah jadi. Tapi, pernah nggak sih kepikiran soal pembangunannya? Saya juga biasanya gitu, saya hampir nggak pernah mikir soal bagaimana proses pembuatan gedung mulai dari awal sampai jadi tuh barang. Tapi, belakangan jadi mikir. Mungkin karena akhir-akhir ini saya mulai dapat edukasi yang cukup banyak soal dunia konstruksi alias dunia bangunan (trus bangun rumah tangganya kapan dong mas? hehehe)

Pak Dirjen Darda bilang nggak ada artinya pemerintah bisa menyediakan infrastruktur yang baik buat masyarakatnya kalau ternyata pembangunan infrastruktur itu menimbulkan korban bagi pekerjanya. Saya jadi berfikir, di balik sebuah bangunan yang kokoh dan hebat pasti ada orang hebat di belakangnya. Entah itu arstek yang hebat, kontraktor yang hebat dan juga pekerja yang hebat. Bagi saya, hebat juga bukan soal hasil, tapi bagaimana proses di dalamnya juga bisa berjalan dengan baik.

Penyedia jasa konstruksi alias kontraktor yang baik harus memastikan keselamatan pekerjanya. Kita tahu bahwa urusan rezeki dan keselamatan itu milik Allah tapi sebagai manusia tentu semua pihak yang berkepentingan dalam pembangunan infrastrukturharus mengupayakan agar semua pekerja bisa selamat. Kalau bahasa pak Darda, kecelakaan itu bisa dicegah. Mencegahnya bagaimana? tentu dengan mencegah faktor-faktor yang bisa bikin celaka saat bekerja.

Pak Darda bilang, sebab kecelakaan kerja itu ada dua hal, unsafe action dan unsafe condition. Unsafe action itu berasal dari perilaku yang tidak aman dari pekerja. Misalnya, pekerja pekerja tidak menggunakan alat pelindung diri yang sesuai standar ketika bekerja. Udah tau mau pakai cangkul tapi nggak pakai sepatu yang aman. Udah tahu mau ngecat di gedung tinggi, tapi nggak pakai alat pengaman yang memadai. Atau bisa jadi pekerja melakukan suatu pekerjaan yang tidak sesuai dengan keahliannya. Misal pekerja nggak ahli mengoperasikan crane tapi tiba-tiba disuruh mengoperasikan crane.

Nah, disini, kontraktornya harus memastikan pekerja nggak melakukan hal-hal yang membahayakan dirinya sendiri. Meski kecelakaan kerja bisa ditanggung oleh asuransi, tapi siapa sih yan mau celaka? Inget ya, nikmat sehat dan selamat itu nggak bisa dinilai dengan nominal berapapun. Pekerja juga nggak boleh menyepelekan alat-alat ini dengan alasan:
ah, nggak pa-pa kok. nggak harus pakai alat pengaman toh bentar doang
. Nggak boleh gitu, kita nggak perna tahu apa yang akan terjadi ketika sedang bekerja. Pekerja itu berhak mendapatkan alat keselamatan sesuai standar, kontrasktor wajib menyediakan alat keselamatan kerja yang sesuai standar. Jadi, biar sama-sama enak kerjanya, memang harus ada kerja sama yang baik dan pengawasan yang baik antara kontraktor dan pekerja ini. Pokoknya jangan sampai ada yang celaka deh gara-gara nyepelein soal alat keselamatan yaa... Ingat, istri dan anak menunggu di rumah (uhuk!).

Selain unsafe action, penyebab kecelakaan kedua yaitu atau unsafe conditon. Unsafe condition itu kondisi nggak aman yang berasal dari lingkungan kerja. Misalnya, alat pelindung diri yang digunakan oleh para pekerja tidak sesuai dengan standar yang diterapkan. Trus contoh lain misalnya pekerja atau kontrakor kurang mentantisipasi risiko di lingkungan kerja.

Nah, Ketua Umum Asosiasi Ahli K3 Kontruksi, Lazuardi Nurdin bilang, risiko-risiko keselamatan yang ada di lingkungan kerja itu harus udah ada ketika kontraktor membuat dokumen Rencana Keselamatan dan Kesehatan Kerja Kontrak (RK3K) penawaran. Dokumen ini isinya soal detail teknis kontraktor bisa mengidentifikasi bahaya yang mungkin bisa terjadi di lokasi pekerjaan dan menilai tingkat risiko yang bisa dialami oleh pekerja.

Kontraktor harus tahu betul risiko apa aja selama mengerjakan proyek itu. Baik risiko kecil hingga risiko yang sangat besar. Kalau perlu kontraktor juga menghitung risiko pekerja digigit semut. Hah? digigit semut? iya, risiko itu juga perlu dihitung kalau memang lokasi kerjanya banyak semut dan bisa membahayakan pekerjanya. Ingat ya, soal keselamatan ini, kita tuh bahkan nggak boleh menyepelekan semut. Semut ini meskipun kecil tapi kalau main suit aja bisa ngalahin gajah kan? (apadeh ini...)

Intinya, semua risiko kesehatan dan keselamatan pekerja selama mengerjakan proyek itu harus dihitung. Apalagi untuk proyek-proyek yang besar. Semakin besar proyeknya semakin besar risikonya. Hal-hal kecil mencakup kesehatan juga harus diperhatikan. Misal soal makanan pekerja. Nah, kalau pekerja jajan sembarangan trus kena diare atau keracunan kan itu juga bahaya. Kalau proyek besar yang tahun-tahun lamanya juga harus diperhatikan risikonya.

Proyek lama itu konsekuensinya pekerja bisa jadi akan lama di tempat kerja dan nggak bertemu keluarganya. Kangen keluarga kadang bikin kerja jadi nggak konsen (ini sama kaya aku kalau pas kengen kamu jadi rese mas hahaha). Hal-hal begini juga harus dijabarkan secara gamblang di dokumen RK3K penawaran. Nah, kalau kontraktor ini lolos tender dokumen RK3K ini nanti dibahas lagi sama orang-orang yang berkepentingan dengan proyek tersebut.

Untuk proyek-proyek yang besar atau berisiko tinggi, harus ada keterlibatan ahli K3 buat memastikan semuanya berjalan baik d proses berjalannya proyek. Soal selamat dalam bekerja ini betul-betul nggak main-main lon. Kalau ada pekerja yanag kecelakaan, proyek pasti sedikit banyak akan terganggu dengan hal-hal yang mengga perlu. Waktu pasti akan ada yang terbuang untuk mengurus segala sesuatu untuk pekerja, belum lagi keluarganya.

Kalau begni, proyek bisa mangkrkak. Kalau biaya mangkrak, biaya juga bisa bertambah. Selain kerugian materi, akan ada juga kerugian imaterial. Soal reputasi. Dan yang paling penting menurut saya sebenarnya faktor keselamatan itu sendiri. kalau pekerja ada yang kecelakaan itu bikin sedih keluarga. Apa sih yang lebih membahagiakan dibandingkan ketika semua proyek sudah selesa dan semua bisa kembali ke rumah dalam keadaan sehat dan selamat? Kayaknya itu yang paling penting dan itu tidak ternilai harganya.

Kata pak Darda, soal K3 ini butuh kerja sama dari semua pihak. Kontraktor, pengusaha, pemerintah dan juga pekerja. Yuk, semuanya kita perharikan lagi produr-prosedur K3 biar semua aman. Mas, kerja yang bener ya, hati-hati, makan yang bener, biar sehat, selamat. Adek menunggu.... (aishh... ujung-ujungnya begini lagi)...

Sabtu, 02 April 2016

Soal Pemakluman dan Memaafkan


Hari itu adalah kali pertama saya bertemu kembali dengan kawan usai dia menikah dan menjalankan semacam liburan bulan madu. "Cie.. pengantin baru," ujar kami seperti biasa, berbasa-basi standar ketika baru bertemu teman yang baru menikah.

Saya yang hari itu sedang bersama kawan-kawan lainpun mulai menyimak. Kawan saya yang baru menyimak ini termasuk ukuran pria yang cukup bijak. Ya, dia dewasa dan sering berbagi nasihat kepada kali. Ceilah kak!

"Menikah itu soal belajar memaklumi," kata dia.


Kami, saya dan beberapa kawan lain yang belum menikah reflek mendekat. Dengan gaya bijaknya yang seperti biasa dia mengatakan menikah itu benar-benar membuka lembaran baru. Meski menikahi perempuan yang hampir 5 tahun dipacarinya, rupanya menikah dan pacaran memang hal yang berbeda.

"Gue kan udah pacaran ada kali ya lima tahun, tapi pas nikah tuh kaya mulai lagi dari nol. Bener-bener beda," kata dia.

Saya tidak menanyakan lebih lanjut apa yang berbeda. Biar bagaimanapun perlu disadari ketika menikah memang seseorang akan terlihat sifat asli yang se-asli-aslinya. Sulit untuk ditutupi. Berbeda ketika masih berada dalam masa perkenalan atau penjanjakan.

Lalu apa yang menjadikan penjajakan ulang itu menjadi lebih mudah? Pemakluman menjadi satu kata kuncinya.

Katakanlah sepasang suami istri baru mengetahui hal yang tidak disukainya ada pada pasangannya, sebisa mungkin harus maklum. Memaklumi sembari memaafkan, dan tentu sambil terus memperbaiki diri.

Saya belum menikah, tapi saya cukup bisa membaca kehidupan orang-orang yang sudah menikah. Ya, saya kan juga bisa baca bagaimana kehidupan ayah ibu saya ketika di rumah, bukan? Karena hidup bersama itu soal pemakluman. Saya yakin pemakluman ini menjadi satu kata kuci yang begitu sakti.


Misalnya nih, ayah saya suka naroh handuk sembarangan yang selalu membuat ibu saya kesal. Ya mungkin di awal, ibu saya musti maklum dulu kenapa ayah saya suka naroh handuk sembarangan. Sebaliknya, ayah saya juga harus maklum kenapa ibu saya marah ketika melihat handuk sembarangan. Sesederhana itu soal teori pemakluman namun mungkin kita harus belajar seumur hidup buat bisa lulus. Pun demikian soal memaafkan.

karena seperti kata mbak-mbak dari blog sebelah: kamu mungkin nggak akan bisa menemukan orang yang sepenuhnya mencintaimu, tapi kamu mungkin bisa bertemu dengan orang yang selalu punya cara dan alasan untuk memaafkanmu dan berusaha membersamaimu..

Tapi, jangan lupa kita sering terjebak pada maklum yang salah.. Ada kalanya, buat para single-single seperti saya ini terjebak pada pemakluman dan soal memaafkan yang begitu mudah. Padahal, kita ((((kita)))) tidak sedang berada dalam komitmen apapun dengan seseorang yang membutuhkan pemakluman dan pemaafan itu. Rasa maklum dan maaf yang begitu mudah diberikan, padahal itu mungkin tidak perlu.

Ada kalanya kita harus menahan rasa maklum dan maaf demi lebih bisa menghargai diri sendiri. Agar kita bisa bijak terhadap diri sendiri. Saya ingat seorang kawan pernah berkata begini, dalam sebuah hubungan laki-laki dan perempuan (konteksnya entah rumah tangga atau proses menuju kesana), seseorang perlu menahan diri agar diri sendiri lebih dihargai. Gimana sih?

Mungkin dalam hidup, Anda akan bertemu dengan satu orang yang dengan mudahnya Anda maklumi, dan Anda maafkan ketika dia berbuat salah. Misalnya, Anda jatuh cinta dengan seseorang sehingga membuat Anda begitu maklum meskipun yang dilakukannya menyakiti Anda. Barangkali, Anda bisa maklum ketika orang yang Anda cintai datang terlambat selama 3 jam membiarkan Anda kehujanan.

Cinta (halah) mungkin membuat Anda memiliki seribu alasan untuk maklum dan memaafkan, namun jangan lupa.. percayalah jika orang yang Anda cintai juga mencintai Anda, dia tidak akan memaksa Anda untuk memaklumi dan memaafkan kelakuannya yang kadang sedikit keterlaluan. Karena, (masih menurut teman saya) cinta itu berjuang bersama, dari kedua belah pihak, saling memaklumi dan saling memaafkan, bukan dari salah satu pihak saja.

Sabtu, 26 Maret 2016

Menjaga Espektasi Soal Romantis

Hallo kaum blogger, sudah lama sekali saya tidak menulis di blog. OMG! Postingan terakhir saya Juli 2015. Ya, kalian pasti tahu kerja di media memaksa kamu harus membuat tulisan menarik setiap hari untuk orang lain sehingga kadang kamu lupa menulis buat diri sendiri. Libur panjang kali ini sepertinya waktu yang lumayan bagus buat menulis. Ya, siapa tahu ada yang kangen sama tulisan saya :p



Well, akhir-akhir ini saya lumayan hobi baca blog-blog orang. Kembali lagi ke atas, ketika kamu kerja di media kamu akan menjadi sangat muak ketika harus terus menerus membaca berita setiap hari kan? (semoga postingan saya nggak dibaca ama orang kantor haha). Saya suka membaca blog tentang nasihat-nasihat pernikahan akhir-akhir ini. Bukan nasihat yang berat sebenarnya. Blog itu lebih banyak bercerita tentang kehidupan, tentang bagaimana mengobati patah hati, bagaimana tidak menjadi mudah ‘baper’ (blog itu juga tidak semuanya ditulis oleh orang yang sudah menikah, ya kali semoga blog saya juga bisa menginspirasi #lho).

Bagi saya, seorang perempuan yang belum menikah, membaca pengalaman kehidupan orang lain sangat menarik. Pun mengenai kehidupan rumah tangga. Pasti banyak diantara kita yang bermimpi kelak memiliki suami yang romantis, suka mengirim bunga, pandai merangkai kata-kata mesra atau semacam itu. Haha, sayangnya, dari blog yang saya baca justru sedari awal menekankan untuk tidak perlu berespektasi romantisme yang terlalu tinggi.

Bahkan, kamu mungkin harus siap ketika pasangan kamu tiba-tiba lupa hari ulang tahun kamu. Ternyata, di kehidupan rumah tangga, melupakan hari ulang tahun itu bukan sesuatu yang ‘besar-besar’ banget kok. Bahkan, ulang tahun yang terlupakan itu bisa menjadi sebuah lelucon. Ya, begitu, nggak usah drama..

Saya memiliki beberapa teman yang mengaku bukan pria yang romantis. Mereka bahkan mungkin tidak pernah memajang foto sang istri dalam profil BBM, atau Whatsapp atau sosial media lainnya. “Ya, aku sayang ama istriku, ama anak apalagi tapi kayaknya si nggak penting-penting banget majang foto berdua, kaya abege aja,” kata dia suatu hari ketika saya tanya mengapa hampir tidak pernah ada foto istrinya di akun media sosianya.

Sayapun mengamini jawaban dia. Soal betapa sayangnya dia terhadap sang istri, saya pun tidak ragu akan hal itu. Dia kerja banting tulang memang demi siapa? Itu baru satu contoh ketidakromantisan yang bisa saya lihat sehari-hari dalam kehidupan rumah tangga. Tentu saya hanya melihat dari luar, tapi bukankan kadang kita menuntut sesuatu karena ingin dilihat atau terlihat dari luar?

Tapi ada satu sisi pria-pria yang tidak romantis ini justru tampak begitu romantis. Kalian pasti tahu pria-pria yang tidak romantis mereka akan kesulitan untuk mengungkapkan perasaan kepada pasangannya. Percayalah, akan ada waktu dimana pria-pria ini menuliskan hal yang manis tentang pasangan mereka, tentang keluarga mereka.

Ya, orang-orang tidak romantis akan memilih menuliskan ketimbang ngomong hal yang dirasakannya. Dan lucunya, mereka kadang menulis di tempat yang mungkin tidak akan terbaca oleh pasangan itu. Misalnya, seorang pria yang menulis testimony tentang istrinya di Path padahal jelas-jelas istrinya tidak menggunakan Path. Justru disitulah letak romantisnya. Kadang, romantis itu ternyata berarti ‘menunjukkan betapa bahagianya kita bersama pasangan kita (kepada orang lain) ketimbang menunjukkan kepada pasangan sendiri…

Mungkin, romantis yang sebenarnya itu seperti dialog Leia Skywalker dan Han Solo:
Solo: Leia, i love you
Leia: I know..

Sesederhana ini, nggak usah ngomong yang penting tahu sama tahu

(tulisan ini dibuat oleh anak yang sama sekali nggak tahu soal romantisme, jadi mohon maaf kalau sok tahu) :p

Sabtu, 18 Juli 2015

Yang Bakal Saya Rindukan Saat Ramadhan

Ramadhan sudah berlalu. Banyak hal yang akan saya rindukan. Berikut ini adalah hal-hal yang akan saya rindukan:

1.Kultum sorenya kang Armand Maulana
Saya penggemar Armand Maulana. Semua ornag kayaknya sudah tahu hal itu. Tiap sore, menjelang adzan di Net-TV, Kang Armand selalu membawakan kultum berisi perenungan sehari-hari. Kultum ini bakal saya rindukan. Berbeda dengan kultum-kultum lain yang umumnya dibawakan oleh ustaz, Net TV memang sengaja menampilkan Armand sebagai sosok yang 'anak muda' untuk membawakan ceramah. ceramahnya pun bukan hal-hal berat. Kadang, hanya cerita sehari-hari yang dibungkus dengan begitu sederhana.

Kadang, cerita tentang suami istri, tentang anak dan ayah. Kadang, tidak ada ayat Alquran atau hadis yang dimunculkan dalam tayangan tersebut tapi hikmah bisa kita tangkap dengan dalam. Mungkin anda pikir saya subjektif karena saya memang penggemar berat Armand Maulana sejak SMP, tapi cobalah Anda melihat tayangan itu, sebuah tayangan yang kaya makna

2. Nasi kotak ala warteg Newsroom
Ini Ramadhan kelima saya bekerja di Republika. Di Republika, bulan ramadhan adalah berkah. Tiap buka, ada nasi kotak gratis untuk para karyawan. Alhasil, selama sebulan itu kita bisa makan gratis. Sebetulnya bukan perkara gratis yang bikin kangen, tapi suasananya yang bikin kangen. Sebelum berbuka, akan ada oknum-oknum yang jahil dengan mengumandangkan adzan palsu. Hahaha, ini kita perlu berhati-hati

3.Shalat Tarawih
Jelas ini hal yang bakal saya kangenin banget. Allah memang menangugrahkan bulan Ramadhan sebagai bulan ujian bagi manusia-manusia seperti saya. Manusia yang mungkin semangat ibadah di bulan Ramadhan begitu tinggi tapi begitu mudah melempem di bulan-bulan lainnya. Semoga Ramadhan kali ini menyisakan rasa yang dalam dan cukup menempa dan menjadi bekal untuk bulan-bulan berikutnya yang lebih keras'. Semoga Allah menerima ibadah kita di bulan Ramadhan ini, masih bisa bertemu di Ramadhan tahun depan. Yang tahun ini masih jomblo, semoga tahun depan udah ada yang ngimamin yaa.. :)