Minggu, 24 September 2017

Menjaga Mood dengan Tidur Nyenyak Berkualitas

Assalamualaikum....

Alhamdulillah, kemarin saya dan suami ke dokter kandungan untuk yang kedua. Si jabang bayi di perut udah 3 cm. Semua sehat, alhamdulillah. Sekarang masuk minggu ke-10.
Ingin sedikit sharing.. Dari awal, Alhamdulillah kehamilan saya lancar. Tidak ada morning sickness yang mengganggu aktivitas. Mual-mual sedikit biasanya kalau lapar dan gerah. Untungnya. tiap mual saya selalu sediakan pisang dan semua kembali baik-baik saja. Semoga lancar terus ya nak sampai nanti kamu lahir...

Tapi, namanya juga orang hamil, pasti ada banyak perubahan meskipun tidak mengalami mual-mual. Pernah suatu malam saya bilang ke suami: "Mas, kamu tahu nggak apa yang paling sulit saat hamil?" tanya saya. "Menjaga mood," belum sempat suami saya menjawab, saya sudah memberikan jawaban atas pertanyaan saya sendiri.

Saya ingat, saat saya menanyakan hal itu, mood saya sangat berantakan karena tidak bisa tidur. Saya baru saja selesai piket malam, belum cukup tidur lalu ditambah batuk yang tiba-tiba datang menyerang. Baru tidur satu jam, bangun. Begitu terus sampai pagi. Lelah dan belum tidur benar-benar membuat mood jadi jelek. Malam ketika tidak bisa tidur saya coba isi dengan membaca atau melakukan hal-lain. Tapi, namanya juga capek yaa. Tidur nggak bisa, beraktivitas juga nggak bisa. Kebayang nggak sih bagaimana rasa kesal ketika kamu merasa super lelah tapi tidak bisa tidur? Saya pun menjadi badmood dan rese. Well, saya memang termasuk golongan 'orang yang rese kalau ngantuk'. :p

Ngomong-ngomong soal mood dan ngantuk, saya nggak tahu apakah ibu hamil lainnya mengalami ini atau tidak, tapi saya hampir selalu terbangun minimal tiga kali ketika tidur malam. Dulu, waktu belum hamil tiap malam biasanya hanya terbangun satu kali. Penyebab bangun utama adalah kegerahan.

Saya tinggal di Bekasi yang menurut saya super panas (waktu Depok dan Jakarta sudah hujan, Bekasi masih mentereng tuh panasnya). Pun ketika malam hari. Saya biasanya mulai menyalakan AC mulai pukul 22.00, beberapa saat sebelum tertidur. Suhu AC biasanya saya setting di angka 24 derajat Celcius. Bangun pertama saya akan terjadi sekitar 01 dini hari. Saya mulai merasa kedinginan jadi mau tidak mau saya akan bangun untuk mengambil remot dan mematikan AC kamar.

Setelah merasa sedikit nyaman dengan rasa hangat ketika AC mati, saya pun mulai kembali tertidur hingga akhirnya sekitar satu jam kemudian saya akan terbangun karena mulai kepanasan. Tidurnya drama yah? hahaha. Nah, biasanya kalau tidur drama begini, esok hari mood saya menjadi sedikit buruk. Sayangnya ini tidak hanya terjadi satu atau dua kali. Lalu lagi-lagi suami saya menjadi korban 'keresean' saya. Ahahaha, percayalah, orang terdekat Anda akan menjadi korban pertama dari mood jelek Anda. Apalagi, saya mengakui sejak hamil, semua menjadi lebih sensitif. Mood swing terasa sekali. Kadang hanya gara-gara kekenyangan, atau tiba-tiba gerah, mood akan berbuah cepat sekali. Heuheuheu

"Mas coba deh, itu AC nya diatur biar anginnya nggak ke kita, jadi aku nggak kedinginan tiap malam. Kedinginan trus kepanasan, tidurnya jadi nggak nyenyak. heuheueheu," suatu hari saya berceloteh ketika suami menanyakan kenapa saya tidurnya sering gelisah.

"Ya gimana settingnya, aku nggak tahu. Emang settingan-nya begitu yang. Kalau udah dingin harus kita sendiri yang matikan AC-nya," kata suami saya menengangkan.

Dengan sedikit merajuk saya lalu menceritakan AC di kantor yang entah bagaimana nyaman sekali pemakaiannya. Di kantor saya, AC nya menggunakan Daikin. Remot AC di kantor menjadi barang yang paling dicari ketika seseorang baru masuk ruangan. Maklum, kantor saya bukan seperti kantor-kantor lain yang pekerjanya kompak masuk atau berada di kantor pada jam-jam tertentu. Kantor saya fleksibel. Ada yang masuk jam 12, jam 13, jam 14. Meski jam masuknya tidak kompak, tapi semua selalu kompak mencari remot AC sebagai pelindung cuaca panas di luar.

AC adalah koentji

AC Daikin memiliki teknologi Inverter yang bisa menghadirkan kesejukan maksimal dengan pemakaian listrik minimal. Menurut ulasan di salah satu webstite tentang AC, saya menjadi sedikit paham kenapa saya merasa kedinginan saat sudah menyalakan AC selama hampir 3 jam ketika di rumah. Ternyata, pada saat kita atur suhu remote di 24 derajat, selama PK AC mencukupi untuk mendinginkan ruangan, suhu ruangan akan berada antara 22 sampai 26 derajat. Tapi, kan kita maunya 24, bukan 22 yaaa.

Nah, jika kita menggunakan AC Inverter seperti Daikin, suhu ruangan hanya akan antara 23.5 – 24.5 derajat. Sebagai perbandingan kalau pake AC non-Inverter (seperti AC di rumah) suhu bisa 2 derajat dibawah suhu yang diatur. Ini yang membuat suhu menjadi lebih dingin. (Rupanya ini penyebab tidur tidak nyenyak Huhuhu). Alhasil, kalau saya terbangun karena kedinginan,drama berebut selimut pun dimulai. Ahahaha. Sedangkan, kalau pakai AC inverter seperti Daikin kita tidak perlu mematikan AC lagi jam 4 pagi misalnya karena kedinginan. Sebab, suhu yang kita set di remote akan stabil di angka yang kita inginkan.

Selain soal suhu yang lebih nyaman, AC inverter juga lebih hemat listrik. Teman saya yang kerja di PLN pernah bilang begini: Salah satu biang keladi yang membuat tagihan listrik membengkak itu AC, dan mesin cuci. Ini saya tanyakan sebab bulan pertama tagihan listrik rumah saya mencapai Rp 400 ribu. Sebagai emak-emak baru, kagetlah saya. Tapi ya, apa daya kalau nggak menyalakan AC nanti saya tidak bisa tidur. Hahaha biaya reparasi moodnya lebih mahal dibandingkan biaya listrik.

Sekarang, saya tutup mata soal tagihan listrik kalau memang sumbernya dari AC. Meskipun, saya masih merayu-rayu suami untuk mengganti AC di rumah dengan Daikin. Selain lebih hemat listrik, saya lebih menekankan bagaimana AC membuat tidur lebih berkualitas. Tidak perlu bangun untuk mematikan dan menyalakan AC kembali karena suhu ruangan sudah terlalu dingin atau terlalu panas.

Rabu, 13 September 2017

be strong, dear kid



assalamualaikum,
nak.. senang sekali ibu tahu ada kamu di dalam sana. kamu tahu nak, sedikit aneh memanggil diriku sendiri dengan sebutan ibu. tapi ibu senang menyebutnya begitu, lalu membayangkan suatu hari nanti kamu memanggilku begitu.

usiamu sekarang 9 minggu nak di perut saat ibu menulis ini. kamu masih kecil. katanya sebiji anggur. maaf ya, dua hari ini ibu mengalami siklus tidur yang agak kacau. sehabis piket malam dua hari lalu, pola tidur ibu belum baik benar. sekarang sudah dini hari, ibu belum juga bisa tidur.

bingung. ternggorokan sedikit sakit. ibu batuk nak. batuk itu membuat ibu sering terbangun. kuputuskan menulis surat ini dengan harapan suasana hati ibu menjadi lebih baik. ibu tahu nak, kamu di dalam sana juga perlu istirahat. kamu lelah ya ibu bolak balik kanan kiri di kasur tapi belum bisa juga mengistirahatkan diri. maaf yaa..

kamu tahu nak, pertama kali ibu tahu kamu ada, waktu itu tanggal 18 agustus. itu adalah bulan keenam ayah dan ibu menikah. semacam mendapat sebuah kado. tiba-tiba kamu ada. takjub dan ajaib. sepekan berikutnya ibu periksa ke dokter. dokter bilang semua baik. tapi ada yang mengganjal.

selain ada kamu di dalam perut ibu, alat dokter juga mendeteksi ada kista. waktu itu ukuran kamu dan ukuran kistanya bahkan lebih besar kistanya. ibu khawatir. panik. ibu belum tahu banyak tentang kista hingga ketika pak dokter mengatakan ada kista di dalam perut sana, ibu hanya bisa tertunduk. kasian saat itu ayahmu yang mungkin bingung melihat ibu terdiam begitu pulang dari dokter. ya, semoga sekarang ayahmu sudah banyak tahu tentang kista ya jadi bisa menenangkan ibu.

ibu lalu mencari tahu soal apa itu kista. beberapa teman ibu tanya soal kista. hingga akhirnya ibu lebih tenang dan berfikir positif. insyaallah kista itu akan segera menghilang, asalkan ibu patuh dokter. tak makan sembarangan kista itu sehingga tidak tumbuh membesar. kamu saja nak yang membesar. yang kuat ya kamu di dalam. kita berjuang bersama. nak, pelajaran pertama menjadi ibu atau calon ibu adalah membuang jauh-jauh rasa egois di dalam diri. semua harus demi kamu. ya, semua asalkan kamu sehat.

kamu tahu nak, yang cukup sulit saat ibu tahu ada kamu adalah menjaga mood. ibu merasakan rupanya mood mudah sekali berubah. karena lelah atau hal kecil lainnya. maafkan ibu nak.. ibu ingat ada kamu sehingga harus terus happy. maafkan yaa, di usia kamu yang masih kecil kamu terpaksa harus ikut ibu piket malam di kantor. semoga kelak kamu menjadi anak yang kuat.

maafkan ibu juga yang kadang tak berani mengambil hak kamu, ketika sedang berada di kereta. kamu tahu nak, di kereta ada bangku khusus untuk orang yang sedang hamil seperti ibu. tapi kadang bangku itu sudah terisi orang lain lebih dulu. kamu masih begitu kecil sehingga orang lain belum tahu ibu sedang hamil. maafkan ibu ya nak, kamu kadang harus berdiri di kereta.

nak, semoga kelak kamu menjadi anak soleh/solihah, berbakti kepada orang tua, menjadi pejuang agama. baik-baik ya di dalam. temani hari-hari ibu. ibu masih harus banyak belajar untuk menjadi ibu yang baik. seperti malam ini, ibu masih harus belajar untuk memejamkan mata, berdamai dengan batuk, nyamuk, gerah supaya kamu bisa istirahat yang cukup.

nak, yang kuat ya, sehat-sehat ya.. dua pekan lagi insyaallah kita ketemu di ruang praktik dokter :)

Sabtu, 09 September 2017

Penasaran Nunggu Timnas Berlaga di Kandang Sendiri

Assalamualaikum....
Haii, saya muncul lagi setelah hampir tujuh bulan vakum dari blog. Maklum, jadi penglaju Bekasi-Jakarta bikin lelah jadi jarang menulis (alasan!!). Gimana? pada sehat kan setelah Indonesia menang 9-0 dari Filipina di pertandingan kedua penyisihan Grup B Piala AFF U-18 kemarin? Skor 9-0 itu woow banget. Terakhir saya nonton pertandingan bola yang skornya jauh itu zaman saya SMA. Kelas saya IPA 4 kalah 12-0 waktu melawan kelas sebelah. Huhuhu..

Rasanya nggak sabar deh nonton timnas dan merasakan euforia olahraga kalau Indonesia lagi main di kandang sendiri

Melihat prestasi timnas yang begitu agresif di pertandingan bola kemarin bikin saya makin optimis ama kompetisi-kompetisi olah raga. Setidaknya, lewat Sea Games di Malaysia kemarin kita sudah dikasih 'pemanasan' bagaimana tim-tim kita bermain dengan baik. Yeah, walaupun medali belum sesuai target tapi setidaknya mereka sudah berjuang. Kalian hebat! Terimakasih sudah berjuang :)

Ngomong-ngomong soal bola dan olah raga, saya bukan penggemar olah raga. Tapi, saya sering merinding kalau lagi nemenin suami yang gila bola pas lagi nonton pertandingan-pertandingan itu. Dengerin Indonesia Raya dikumandangkan di stadion besar itu bener-bener bikin merinding. Itu baru nonton di TV lho, gimana kalau nonton langsung yah? Hehe, pasti histerianya makin kerasa...

Tapi, kapan ya bisa nonton timnas? Ya kalau pertandingan di luar negeri kaya Sea Games kemarin atau piala AFF mah berat di ongkos. Hmm.. semoga Asian Games XVIII yang tahun depan bakal digelar di Jakarta dan Palembang, tim Indonesia bisa tetap berjaya. Kalau penampilan timnas saat Asian Games nanti seperti kemarin dijamin nasionalisme ke Indonesia makin berasa. Saya termasuk orang yang yakin nasionalisme bisa ditumbuhkan lewat hal-hal sederhana macam olahraga.

Nah, buat mendukung event olah raga Asian games ini biar lancar jaya, aman sentausa Presiden Joko Widodo melalui Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2016 Tentang Dukungan Penyelenggaraan Asian Games XVIII Tahun 2018 sudah mengintruksikan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat buat membangun prasarana dan sarana olahraga buat mendukung event itu.

Stadion Gelora Bung Karno Senayan direvonasi biar makin kece jadi kita yang nonton juga bangga punya stadion keren. Bukan cuma itu, Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat alias Kemenpupera juga ditugaskan buat bangun sarana pendukung event ini. Apa saja? salah satunya rumah susun sewa sementara. Lho kok sementara? Iya, jadi kan selama Asian Games wisma atlet di Kompleks Kemayoran, Jakarta dan Komplek Olahraga Jakabaring, Palembang itu dipakai buat nginep para altet.

Rencana awalnya, rusun itu nantinya digunakan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), pekerja/buruh industri, pegawai negeri sipil (PNS), anggota TNI/ Polri, mahasiswa dan para santri pondok pesantren. Nah, sementara, bagunan apartemen itu digunakanlah oleh para altet buat menginap.

Lengkapnya nih, Direktorat Jenderal Cipta Karya dikasih uang Rp 2,8 triliun buat membangun 12 venue olahraga, fasilitas training, penataan kawasan GBK Senayan Jakarta. Uang ini cair melalui mekanisme pendanaan tahun jamak (multiyears) yang terbagi di 2 tahun anggaran kegiatan yaitu 2016 dan 2016.

Dari 12 venue olahraga di kawasan olahraga Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, sudah ada 3 venue yang telah selesai pembangunannya, yaitu lapangan panahan, lapangan hoki, dan lapangan sepak bola A/B/C. Nah, kalian yang besok mau ke Indonesia International Book Fair di Jakarta Convention Center (JCC), boleh tuh besok mampir melipir ke sekitaran SUGBK buat liat proses pembangunannya. Kira-kira jadinya kaya apa sih venue-venue itu..

Nah, karena Asian Games dilakukan awal tahun 2018, semua kegiatan pembangunan ditargetkan selesai pada tahun 2017. Sekarang ini menurut info masih ada beberapa venue yang masih dalam tahap konstruksi. Misalnya, renovasi stadion utama GBK senilai Rp 770 miliar saat ini progresnya sudah 84,54 persen. Pembangunan fasilitas training GBK senilai Rp 154 miliar saat ini proses pembangunannya sudah mencapai 58,04 persen. Renovasi stadion renang senilai Rp 275 miliar infonya sekarang sudah hampir jadi. Progresnya mencapai 82,66 persen.



Renovasi Istana Olahraga (Istora) dengan nilai kontrak Rp 132 miliar sekarang progresnya sydag mencapai 89,63 persen. Kemudian, renovasi stadion tenis indoor dan tenis outdoor centercourt GBK senilai Rp 93 miliar progresnya 98,82 persen. Renovasi stadion madya, gedung basket, lapangan baseball dan softball GBK senilai Rp 213 miliar dengan progres 58,67 persen.



Nah, untuk penataan kawasan GBK, zona 1 pengerjaannya sudah mencapai 19,59 persen dan zona 2 sebesar 22,52 persen. Kalau semua lancar dan tak ada kendala, rencananya semuua kelar bulan Desember tahun ini.



Cepat ya? Ya harus dong, biar bagaimanapun menjadi tuan rumah olah raga untuk level Asia harus dipersiapkan dengan baik. Kaya kita mau terima tamu di rumah, pasti kita akan beres-beres dulu doong. Apalagi tamu yang datang bakal ngasih rezeki yang banyak buat kita. Yeah, event oleh raga internasional seperti ini pasti akan bawa dampak ke Indonesia sebagai tuan rumah. Industri akan bergeliat #eaaa... Yang penting semua venua yang dibangun wajib memenuhi standar teknis yang ditetapkan oleh Olympic Council of Asia (OCA) dan federasi induk cabang olahraga internasional.

Duuh, jadi nggak sabar pengen cepet-cepet nonton dan nyemangatin altet kita main. Mumpung di Jakarta....


Minggu, 19 Maret 2017

Sebulan Kemarin

Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamualaikum... hari ini, hari yang perlu diingat. Tepat sebulan lalu, saya resmi menjadi istri orang. Dia yang (semoga) beruntung adalah Muhammad Perdana (mungkin yang benar adalah saya yang beruntung karena dia lah yang menjadi suami saya). Sebelumnya, saya mohon maaf barangkali ada orang-orang yang luput kami beri kabar bahagia ini. Harapan saya, siapapun yang membaca tulisan ini turut merasakan kebagaiaan kami dan turut mendoakan untuk kebahagiaan kami, dunia akhirat....


Banyak yang kaget atau tidak percaya hingga akhirnya, pada hari Sabtu (18/2) lalu ikrar suci itu terucap. Meski teman satu angkatan, satu kelas dan mungkin beberapa kali satu organisasi di kampus dulu, saat si mas menyebarkan undangan pernikahan kami melalui beberapa sosial media beberapa pekan sebelum hari H, banyak orang yang bertanya: "Kok bisa, kok dia mau sama kamu? kok bisa kalian nikah. kok nggak dari dulu?" dan banyak pertanyaan "kok bisa kok bisa lainnya".


Well, terhadap pertanyaan ini, saya hanya bisa bilang: Gusti Allah maha pengatur waktu yang paling sempurna. Tentang kenapa akhirnya kita menikah, tentu saja ini juga proses. Inilah yang saya sebut sebagai sebuah perjalanan yang entah bagaimana kamu mengindar, atau mengingkarinya, jika Allah berkehendak, maka kamu nggak bisa mengelak, menolak. Kadang, semua hanya soal waktu yang mendewasakan kita masing-masing.

Lalu, bagaimana setelah menikah?
Saya selalu bilang, bisa menikah dengan teman itu sebuah keberuntungan. Setidaknya, ada satu tahap pertemanan yang pernah kalian lewati. Semua tidak dimulai dari nol. Meski berteman dan menikah tentu tidaklah sama. Kamu tahu, banyak orang berteman kemudian menikah. Di sisi lain, banyak orang yang belajar menjadi teman setelah menikah. Dan kamu tahu, menikah itu pembelajaran yang tidak pernah ada habisnya.

Menikah dengan teman sendiri adalah salah satu impian saya sejak dulu. Kalau Anda penonton Kuch Kuch Hota Hai, saya adalah tim Anjeli. "Cinta adalah sahabat," begitu kata Rahul. Pria yang sudah dicintai Anjeli sejak lama, namun Tuhan berkata lain, Rahul memilih Tina menjadi istrinya. Namun, kembali soal waktu hingga pada akhirnya Anjeli pun berjodoh dengan Rahul, meski proses yang mereka lewati juga tidaklah mudah (nah kan malah gagal fokus ke sinopsis film, lanjut yaaa)

Jatuh cintalah dengan orang yang bersedia ngobrol denganmu, bertengkar denganmu, lalu setelah bertengkar kalian bisa mencintai lebih dalam lagi...
Bagaimana tahu seseorang itu jodoh kita?
Tahun 2016 adalah titik awal saya mulai memikirkan tentang sebuah pernikahan. Sebelumnya? Hmm... jangan ditanya. Saat saya meminta seseorang menjadi jodoh saya, saya selalu meminta sebuah kemudahan. Jangan lupa, dimudahkan untuk jatuh cinta juga bagian dari doa yang selalu saya panjatkan. Dimudahkan untuk jatuh cinta, dan dimudahkan untuk proses dan mendapatkannya, ini sepaket doa tiap saya shalat. Mudah dan sederhana. Begitu pula yang selalu saya inginkan.

Kalau ada yang bertanya: kamu kapan dilamar? saya tidak pernah bisa menjawab pertanyaan ini. Tidak pernah ada acara lamaran, atau tunangan atau sejenisnya dalam proses kami. Barangkali, hari saya dilamar adalah hari saat saya sedang berada di Rusia untuk menjalankan sebuah tugas liputan. Waktu itu bulan November, saya tak ingat tanggalnya. Pada hari itu, orang tua mas datang ke rumah dan meminta izin orang tua saya untuk boleh diambil menjadi istrinya. Ya, waktu itu bulan November.

Tentang jodoh, banyak yang bimbang. Pun demikian dengan saya. Jangan lupa, seseorang belum benar-benar menjadi jodoh kamu sebelum kalian resmi menikah. Banyak cerita sebuah pinangan yang dibatalkan hanya karena alasan sepele. Soal kemantapan hati ini menjadi doa lain yang saya panjatkan. "Aku cuma bisa nitip kamu sama Allah. Biar Allah yang jaga." Doa ini yang selalu menjadi penyejuk ketika ada ragu yang datang menyerang. Bukankah semua orang yang hendak menikah dibisikan keraguan oleh setan?

Kalau kata mas: ketika kamu sudah meminta dan Allah udah kasih jawaban, jangan ragu lagi. Jawaban Allah jangan dinego. Nego-nego itulah yang mengganggu dan akhirnya menimbulkan keraguan... Nego itu seperti apa? Nego itu bentuk keraguan yang kamu buat sendiri: Masa iya dia jodoh saya? Bagaimana kalau saya bertemu dengan orang yang lebih baik? Oke, kamu jodoh saya tapi biarkan saya melakukan A, B, C dulu sebelum kita menikah? Hei.... banyak setan...

Kamu adalah jawaban dari doa-doaku. Ketika aku meminta, kamu tiba-tiba datang. Dan aku yakin kamu jawabannya...
Setelah menikah, lalu apa?
Sebelum menikah, satu hal yang jangan pernah lupa adalah soal niat: semua harus diniatkan ibadah. Kenapa ibadah? karena menikah bukan hal yang mudah dan ringan. Banyak konsekuensi yang melekat ketika kamu sudah menjadi istri atau suami orang. Buat perempuan, pesan saya adalah menikahlah dengan orang yang Anda yakin bisa taat kepadanya. Karena menjadi istri satu yang wajib adalah taat kepada suami. Maka, kini kuulang lagi doaku yang sederhana:

mas, semoga kamu adalah jalan bagiku untuk meraih surga (karena taat padamu), sehingga kelak aku bisa memasukinya dari pintu mana saja...

selamat 1 bulan, semoga setiap hari ada hal-hal yang bisa kita tertawakan meski mungkin semuanya tidak selalu berjalan dengan baik. semoga setiap pertengkaran-pertengkaran kecil menjadi pupuk yang menjadikan kita lebih mengenal satu sama lain, dan semakin menyuburkan rasa cinta yang ada di dalam hati kita....
Jadilah lelaki yang baik. Sebaik-baik lelaki adalah yang paling baik kepada keluarga dan istrinya...


dari aku,
istrmu yang masih banyak sekali kekurangan dan mencoba selalu belajar

Sabtu, 10 Desember 2016

10 Benda yang Wajib Kamu Punya untuk (calon) Penganten (Baru)



Assalamualaikum....
Semua orang yang mau menikah pasti dibikin rempong sama urusan persiapan pernikahan. Yang nyetak undangan lah, cari baju lah, cari souvenir lah, cari catering lah dan segala tetek mbengek soal pernikahan. Nah, jangan lupa juga yaa buat kalian calon pengantin buat mempersiapkan juga apa yang musti dilakukan setelah menikah.

Kalau sudah menikah, sebaiknya kalian tinggal di rumah yang berbeda dengan orang tua. Ya, namanya juga membangun rumah tangga, musti belajar mandiri juga. Kalau belum punya rumah sendiri, its oke, banyak alternatif yang tetap bisa kalian lakukan untuk mencoba mandiri. Mengontrak rumah misalnya, atau sewa apartemen. Eh tapi, jangan sewa apartemen ding, mahal booo.. mending uang sewanya dipake buat beli rumah..

Well, apapun pilihan kamu, mau ngontrak atau rumah sendiri atau apartemen, kamu musti punya prioritas barang-barang apa saja yang wajib kamu punya di rumah. Kata temen saya yang penganten baruu nih (umm udah nggak baru-baru banget sih, udah mau punya anak hehe), menikah itu kaya main rumah-rumahan. Beli barangnya satu-satu. Kecuali kamu punya tabungan yang banyaaak banget sehingga bisa beli isi rumah dalam satu waktu. Yeah, bulan ini beli kulkas, beli depan beli mesin cuci.

Nah, berikut ini beberapa referensi buat kalian para pengantin baru atau calon pengantin (uhuk!!) yang mau isi rumah. Ini saya masih ngebayangin sih yaa... belum jadi pengantin beneran soalnya :p (tertanda calon penganten sotoy yang ngebayangin kalau udah tinggal di rumah berdua ama suami)
FYI, ini referensinya juga dapet ngobrol dari berbagai sumber ya, hehehe

1. Kasur
Kasur bakalan jadi barang pertama yang wajib kamu punya. Kamu nggak mungkin tidur di karpet kaan? Ntar masuk angin atau pegal-pegal lhooo. BTW, ternyata harga kasur juga lumayan mahal ya masbro.. jadi perlu diperhatikan betul belinya, jangan sampai ngasal. Ya, syukur-syukur bisa dapet diskon pas beli (ntar kalau udah punya kasur beneran saya kasih tips cari kasur yaaa....). Kalau dipan kayaknya nggak begitu prioritas dulu deh, belinya kapan-kapan aja kalau udah punya uang berlebih (jiaah berlebih)

2. Rice cooker
Kalau kasur mahal, rice cooker lumayan murah dan biasanya banyak juga sih yang ngasih kado ini pas nikahan #eh kok jadi ngarep, hehe. Rice cooker ini penting buat makan *yaiyalah* Kalau kamu masih belum bisa masak sayur atau lauk, setidaknya kamu bisa masak nasi jadi kalau mau makan tinggal beli saur atau lauknya aja, nasinya udah aman.
Well, selanjutnya saya asumsikan kebutuhan dapur macem piring, sendok dll udah punya yaaa

3.Kompor
Kompor ini penting meski kamu nggak bisa masak sama sekali. Yakinlah bahwa kompor ini sangat berguna, setidaknya kalau kalian mau bikin mie instan bisa lebih enak. Sungguh, makan mie yang dimasak dari rice cooker itu sama sekali nggak enak rasanya.

4. Dispenser
Dispenser ini penting buat minum, air panas atau air dingin. Yaa... ini sebenernya nggak urgent-urgent banget sih, yang penting punya galon buat minum :p

5. Lemari
Lemari penting buat kalian (saya asumsikan ngontrak dengan hanya satu kamar) supaya baju-baju rapih dan nggak berantakan. Nah, berhubung kalau udah menikah kan ada dua orang, belilah lemari yang besar. Kenapa? Karena perempuan tidak pernah merasa memiliki lemari yang cukup besar. Hahaha, kami para perempuan selalu merasa lemari itu penuh. Dan ironisnya adalah kami selalu merasa tidak memiliki baju. HAHAHAHAHAHA
Kalau kontrakan kalian berisi dua kamar, kebutuhan membeli lemari ini bisa dipending karena baju kamu mungkin sementara bisa disimpan di kamar sebelah dulu yaa

6. Mesin Cuci
Kalau kalian yang malas mencuci seperti saya (laah ketahuan) mesin cuci juga bakal jadi barang prioritas. Sebab, kalau sudah menikah cucian kamu selama jadi anak kos itu nggak ada apa-apanya. Kalau udah menikah, cucian kamu bakal bertambah dua kali lipat. Kalau mau laundry terus-terusan mahal lho masbro.. Saya aja kalau nglaundry sebulan bisa habis Rp 120 ribu, itu baru baju sendiri (FYI, nggak semuanya baju saya laundry yaa soalnya bawanya berat. Biasanya nglaundry 3,5 kilo aja, sisanya masih dicuci sendiri). Kalau baju berdua bisa habis Rp 240, anggap saja Rp 300 ribu yaa sebulan. Itu lumayan kalau mau dibeliin reksadana :D (bukan pesan sponsor)

7. Kulkas
Well, sebenarnya dari tadi saya mengasumsikan pengantin baru ini nggak memprioritaskan buat masak sendiri dulu makanya kulkas tidak lebih prioritas dibanding mesin cuci. Pertama kalau kamu sudah punya dispenser yang air dingin, kamu nggak perlu-perlu banget kulkas. Risikonya pasti jadi nggak bisa nyimpen sayur atau buah-buahan. Tapiii... seiring dengan berjalannya waktu pasti kamu akan penasaran buat nyobain resep-resep baru kan (dan saya yakin ini tidak terjadi di bulan pertama kamu menikah, yaa paling bulan kedua atau ketiga :p) jadi kamu tetep perlu kulkas. Yaa, buat naroh yakult lah kalau nggak mau dipake buat nyimpen sayuran hahahaha...

8.Sofa
Nah.. kalau semua barang-barang primer tadi sudah terpenuhi ya mulai dilengkapin aja tu rumah biar nggak kosong-kosong banget. Hehe, misalnya beli sofa biar kalau ada tamu nggak di karpet muluu. Kalau mau praktis beli sofanya yang bisa dilipet buat dijadiin kasur aja.

9. AC
Jabodetabek panas ya cyynt... buat kamu yang nggak tahan panas boleh lah pasang AC setelah berbulan-bulan menggunakan kipas angin. Biar suasana rumahnya lebih dingin.

10. Kendaraan atau rumah?
Hmm...kalau kamu udah selesai beli isi rumah, saatnya beli rumah yang sebenarnya. (yang saya ceritain di atas berlaku di rumah kontrakan yaa) Jadi awal-awal pas nikah anggap saja kamu juga sedang menabung untuk mempersiapkan DP rumah. Jadi ketika barang sudah lengkap seiring dengan DP rumah yang sudah cukup, mungkin sudah saatnya kalian mencari rumah sendiri....

Nah.. itu tadi item-item yang wajib kamu punya setidaknya di awal-awal pernikahan. Ini versi saya lho yaa. Yang nggak kalah penting kalian harus punya tabungan bersama yang tiap bulan harus kalian isi untuk kebutuhan-kebutuhan darurat atau buat biaya liburan juga (inget jangan lupa liburan ya, jangan kerja mulu) atau juga keiginan-keinginan kalian sendiri, misal beli kendaraan atau beli rumah (bagi yang belum ada). Atau kalau si pengantin baru ini sudah hamil kan jadi perlu biaya melahirkan. Harus disiapkan. Kalau sudah melahirkan kan perlu biaya buat si kecil. Tabungan ini sifatnya nggak boleh diambil-ambil kecuali di pos-pos yang sudah disepakati yaa.

Selasa, 06 Desember 2016

Hal yang Perlu Kamu Ketahui Saat Mau Jalan ke Rusia

Rusia bagi banyak orang (termasuk) saya dianggap sebagai negara yang misterius. Tidak terbuka. Bener nggak yaa? Terlepas dari benar atau tidak, Rusia merupakan negara yang memesona. Bangunan-bangunnaya yang ikonik dan Disney banget itu bakalan jadi spot yang superkece buat kamu-kamu yang suka foto-foto. Nah, kalau kamu tertarik buat jalan-jalan ke Rusia, ada beberapa hal yang perlu kamu ketahui biar nggak offside pas ke sana. Ini dia"



*Rusia memiliki wilayah yang sangat luas. Dari ujung ke ujung bisa mencapai 8.000 km, hampir dua kali luas Indonesia. Jika Indonesia hanya memiliki tiga zona waktu, di Rusia ada 12 zona waktu. Pastikan Anda berada di zona waktu yang tepat.

*Tidak mudah mendapatkan Wi-Fi gratis di tempat-tempat umum di Rusia, kecuali di hotel. Untuk memudahkan komunikasi, sebaiknya Anda perlu membeli nomor SIM lokal begitu sampai di Rusia. Harga kartu SIM sekitar 650 rubel, sudah lengkap dengan paket internet dan pulsa telepon.

*Orang Rusia sangat mencintai seni. Semua hal bisa dijadikan seni. Karena rasa cinta yang tinggi akan seni inilah membuat orang Rusia sangat suka mengunjungi museum. Jadi, jangan heran ketika musim dingin sekalipun antrean untuk masuk museum sangat panjang. Banyak pula terdapat gedung teater di sana yang bisa Anda coba kunjungi.

*Orang Moskow jarang sekali menyeberang di jalan raya. Untuk alasan keamanan, pengguna jalan harus menyeberang melalui bawah tanah di jalan-jalan Rusia. Pengguna jalan hanya boleh menyeberang di jalan jika terdapat tanda diizinkan untuk menyeberang, dan tidak banyak ada tanda boleh menyeberang tersebut.

*Orang Rusia sangat menghargai privasi. Jangan pernah sembarangan memotret orang lain atau menyentuh anak-anak tanpa izin.

*Saat berada di tempat wisata, sebaiknya Anda menghindari berfoto dengan orang yang berkostum mirip orang terkenal. Sebaiknya Anda juga menolak ketika ada orang yang menawari Anda berfoto dengan burung-burung. Sebab, berfoto dengan burung dan tokoh tersebut tidak selalu bersifat sukarela. Anda akan dimintai uang dalam jumlah yang cukup banyak sebagai kompensasinya.

*Siapkan pecahan uang 15 rubel jika Anda termasuk orang yang sering ke toilet karena jarang ada toilet umum gratis di Rusia. Siapkan pula tisu basah karena toilet tidak menyediakan air.

Mau ke Rusia, Simak Dulu Persiapannya Nih

Rubel, mata uang Rusia, tidak mudah didapatkan di Indonesia. Bagi Anda yang ingin membawa rubel dari Indonesia, Anda perlu menelepon money changer lebih dulu untuk memesan. Pemesanan rubel membutuhkan waktu sekitar satu hari. Kurs mata uang rubel setara dengan Rp 270. Sebaiknya menukarkan rubel secukupnya. Sebab, sisa rubel yang Anda miliki nilainya akan jatuh separuhnya ketika dijual kembali di Indonesia. Jika masih kekurangan rubel untuk keperluan di Rusia, Anda masih bisa menukarkan di bandara atau hotel dengan risiko nilai kurs yang lebih tinggi. Oh ya, di Indonesia, saya menukar Rubel di Ruko Galaksi di Bekasi.



Makan apa di Rusia?
Tidak mudah mencari makanan dengan label halal di Rusia. Tetapi, Anda bisa memesan dengan menyebut no pork. Masyarakat Rusia umumnya menggunakan minyak bunga matahari untuk memasak. Akan sulit mendapatkan nasi putih di Rusia. Jika ingin makan nasi, Anda bisa mampir di restoran Uzbekistan atau Turki. Tentu, jenis nasinya berbeda.

Bagi Anda yang tidak bisa hidup tanpa cabai, sebaiknya persiapkanlah dulu saus atau sambal kemasan. Tak ada cabai di Rusia. Untuk mengobati rasa kangen dengan masakan Tanah Air, kami rombongan trip membawa perbekalan makanan Indonesia. Di hotel, rombongan menyempatkan untuk memasak dengan rice cooker.

Agar tak menggigil di dinginnya Rusia

Liburan pada musim dingin perlu dipersiapkan dengan serius, apalagi di Rusia. Jikà persiapan fisik kurang dan pakaian tidak mendukung untuk traveling, perubahan suhu bisa mengakibatkan mimisan atau radang.

Untuk menjalankan trip dengan nyaman, Anda jauh-jauh hari perlu menyiapkan pakaian musim dingin. Jaket, sweater, kaus kaki, sarung tangan,longjohn, dan syal menjadi barang wajib yang dibawa. Sebaiknya Anda menggunakan bahan heat tech untuk menjaga kehangatan tubuh. Agar tetap hangat setidaknya tiga anggota tubuh, yakni kepala, tangan, dan kaki yang harus benar-benar dijaga dari rasa dingin.

Supaya tidak mengganggu kenyamanan dalam mengambil foto, sebaiknya Anda menggunakan sarung tangan touchscreen. Dengan begitu, Anda tidak perlu membuka sarung tangan ketika ingin menggunakan kamera ponsel yang layar sentuh. Jangan lupa menggunakan body butter,lip butter, dan pelembap wajah agar kulit tidak pecah-pecah di suhu yang superdingin di Rusia.

Merasakan Nuansa Religi di Negeri Bekas Komunis


Rusia sebagai bekas Uni Soviet dikenal sebagai nenek moyang lahirnya paham komunis. Di negara ini pula agama dan sistem kehidupan dipisahkan. Di sekolah, para siswa tidak diajarkan pelajaran agama. Tetapi, bukan berarti masyarakat Rusia ateis. Gereja dan masjid banyak dijumpai di Rusia. Para siswa umumnya belajar agama dari kunjungan tempat ibadah. Di Rusia, rumah ibadah juga difungsikan sebagai museum. Di Kota Moskow, banyak terdapat gereja umat Kristen ortodoks. Gereja dengan atap kubah seperti masjid. Perbedaannya ada pada tanda salib di bawah kubah.

Penganut Kristen ortodoks juga mengenakan busana seperti perempuan berjilbab.

Destinasi pertama wisata religi yang kami kunjungi di Rusia adalah Masjid Katedral Moskow. Trip yang saya ikuti membawa misi Hijab for the World. Masjid ini adalah masjid terbesar di Eropa. Katedral artinya tempat berkumpulnya banyak orang. Secara sederhana, masjid ini bisa dibahasakan seperti Masjid Raya Moskow. Masjid yang mampu menampung 10 ribu jamaah ini berlokasi di sebelah Olympic Indoor Stadium di pusat Moskow.



Masjid Katedral Moskow awalnya dibangun pada 1904, kemudian direstorasi pada 2005 dan diresmikan pada 2015 oleh Presiden Rusia Vlamidir Putin. Masjid Katedral terdiri dari empat lantai. Di lantai pertama, jamaah bisa menitipkan sepatu dan jaket.

Di lantai kedua, tempat shalat untuk jamaah pria. Lantai ketiga difungsikan sebagai tempat shalat jamaah wanita. Lantai ketiga difungsikan sebagai museum dan lantai keempat difungsikan sebagai tempat shalat jamaah pria.

Para pengunjung non-Muslim dipersilakan mengunjungi lantai ketiga untuk melihat-lihat museum Masjid Katedral Moskow. Di museum inilah pengunjung bisa menyaksikan bagaimana proses pembangunan masjid dan seperti apa ajaran Islam. Di sekitar masjid, terdapat kafe dan tempat penjual suvenir. Pengunjung bisa membeli cenderamata khas masjid katedral di toko tersebut.

Kami juga mengunjungi gereja ortodoks tertinggi di dunia. Gereja katedral dengan tinggi 103 meter ini adalah Cathedral of Christ the Saviour. Ornamen di dalamnya sangat mewah berlapis emas. Tulisan-tulisan di dalam gereja ini ditulis dalam bahasa Rusia kuno yang menurut pemandu wisata kami juga hanya bisa dimengerti oleh orang-orang Rusia zaman dulu.

Dua hari berada di Moskow, kami berpindah ke Kazan. Perjalanan dari Moskow ke Kazan ditempuh selama satu jam menggunakan pesawat lokal. Di pesawat lokal S7 yang kami gunakan, hanya diizinkan membawa satu tas untuk kabin. Alhasil, semua barang yang kami bawa masih dititipkan di hotel di Moskow. Kazan merupakan kota dengan penduduk mayoritas beragama Islam. Cuaca di Kazan lebih dingin dibandingkan di Moskow. Maklumlah letaknya di dataran tinggi. Suhu di Kazan saat kami berkunjung mencapai -11 derajat Celcius.

Di Kota Kazan, kami didampingi oleh dua mahasiswa Indonesia yang berkuliah di sana, yaitu Bintang Rahmad Ginca dan Rifqi Ahmad Riyanto.

Kremlin di Kazan terbilang istimewa. Di Kremlin Kazan terdapat Masjid Kul Syarif dan Kathedral Annunciation. Adanya gereja dan masjid dalam satu kompleks kremlin ini menurut Rifqi sebagai simbol toleransi umat beragama di Kazan.

Pada masa penjajahan dan masa perang, kremlin menjadi benteng pertahanan terakhir. Pahlawan-pahlawan Kazan diabadikan dalam wujud patung besar yang bisa dilihat sebelum memasuki kompleks Kremlin Kazan.

Masjid Kul Syarif dihiasi kubah berwarna biru. Masjid dengan nama seorang pahlawan Kazan ini terdiri atas empat lantai. Saat jamaah masuk masjid, jamaah langsung bisa menjumpai museum. Di pojok lantai dasar terdapat satu ruangan khusus untuk qari membaca Alquran selama 24 jam. Nuansa keislaman sangat terasa di sini.

Saat berada di Kazan, jangan lupa membeli peci. Peci merupakan oleh-oleh favorit bagi para wisatawan. Peci di Kazan bisa dibeli seharga 500-1.000 rubel, bergantung pada kerumitan desainnya. n

Sehari semalam di Kota Kazan, perjalanan berlanjut ke St Petersburg. Tetapi, sebelumnya kami kembali ke Moskow untuk mengambil koper yang ditinggal di hotel. Dari Moskow, kami naik kereta cepat Sapsan menuju St Petersburg. Perjalanan naik kereta ditempuh sekitar empat jam. Kami pun saling membantu membawakan koper. Kereta melaju dengan kecepatan 200 km/jam dan hanya berhenti sekitar satu menit di stasiun-stasiun tertentu. Bangku-bangku di kereta Sapsan mirip seperti kereta kelas eksekutif yang dimiliki oleh PT KAI di Indonesia.

Suhu di St Petersburg ada pada angka delapan derajat Celcius waktu itu. Cukup tinggi untuk ukuran musim dingin di Rusia. Tetapi, angin yang kencang membuat kota ini tak kalah dingin. Di St Petersburg kami tidak mengunjungi kremlin, kami menyambangi Hermitage.

Hermitage adalah museum yang paling terkenal dan menjadi tujuan wajib pengunjung St Petersburg. Bangunan bersejarah ini merupakan pusatnya karya seni yang paling indah di seluruh dunia. Di kompleks itu pula dulu kaisar-kaisar Rusia bersemayam. Ada juga bekas markas tentara Rusia yang kini dimanfaatkan sebagai museum. Bangunan-bangunan khas dari tempat ini juga cukup memuaskan untuk dinikmati. Di lingkungan Hermitage terdapat Sungai Neva yang sudah berubah menjadi hamparan es.


Di Petersburg, kami mengunjungi Masjid Biru. Bagi wisatawan asal Indonesia, sayang sekali jika melewatkan Masjid Biru lantaran masjid ini juga disebut sebagai Masjid Sukarno. Masjid ini memang terkenal karena Presiden Sukarno dianggap cukup berjasa dalam memfungsikan kembali bangunan ini sebagai masjid. Pada zaman Soviet, bangunan ini sempat difungsikan sebagai gudang dan digunakan kembali sebagai masjid atas permintaan Presiden Sukarno ketika berkunjung ke St Petersburg pada 1956. Saat kami berkunjung, masjid ini sedang direnovasi.

Serunya Jalan-Jalan di Rusia Saat Musim Dingin


Dingin dan misterius. Begitu yang tergambar setiap kali mendengar nama 'Rusia' diucapkan. Soal dingin memang benar, tapi Rusia ternyata tidak semisterius dugaan saya. Salju menyambut kedatangan kami di Bandara Demodedovo, Moskow, Selasa (15/11).

Suhu -4 derajat Celcius saat itu. Bagi saya yang biasa hidup di Indonesia, cuaca di Moskow bukan main dinginnya. Segala peralatan tempur musim dingin di Rusia sudah saya siapkan ketika pesawat kami transit di Dubai. Di Dubai, saya sudah melapisi pakaian Indonesia alias baju tipis dan jaket secukupnya dengan longjohn, pakaian dalam untuk musim dingin.

Dibutuhkan waktu sekitar 18 jam perjalanan dari Jakarta hingga menginjakkan kaki di Moskow. Penerbangan Jakarta menuju Dubai ditempuh hampir delapan jam. Disusul perjalanan Dubai hingga ke Moskow memerlukan waktu sekitar lima jam.



Saya bersama 39 orang lain mengikuti tur Elhijab, sebuah perusahaan fashion Muslim asal Bandung yang setiap tahun rutin menggelar trip sebagai reward bagi mitra-mitranya. Tahun ini Elhijab sengaja memilih Rusia sebagai tujuan trip. Awalnya, CEO Elhijab Elidawati menginginkan trip ke Jepang. Tetapi, setelah melakukan jajak pendapat, rupanya Rusia lebih mengusik rasa ingin tahu para mitra.

Kami didampingi oleh empat orang pemandu. Pemandu utama, Eko Hardjanto, tinggal di Belanda. Dia mengajak dua rekannya, yakni Akhir Pebriansyah yang tinggal di Praha dan Stevia Sutanto yang juga tinggal di Belanda. Sampai di Moskow, kami berkenalan dengan Rina Serova, seorang WNI yang sudah tinggal 12 tahun di Rusia.

Belum sempat menginjakkan kaki di hotel, kami langsung dibawa menuju pusat kota dengan bus, melihat cantiknya Moskow pada malam hari. Kremlin Moskow adalah lokasi yang kami tuju.

Umumnya pusat kota, Moskow juga mengalami kemacetan. Di Moskow bus tak bisa sembarang parkir. Demi menghemat waktu, kami pun berjalan sekitar 500 meter dari lokasi bus menuju Kremlin Moskow. Pemandangan pertama yang kami lihat adalah bangunan megah, ikonik dengan desain unik nan cantik. Ini seperti dunia kartun ala film Disney yang muncul nyata di depan mata.

Kami sampai di Lapangan Merah Kremlin Moskow. Lapangan Merah adalah sebutan untuk lokasi di sekitaran Kremlin Moskow. Kami berfoto-foto dengan latar belakang kremlin di Lapangan Merah. Kremlin sendiri dalam bahasa Rusia berarti istana atau bisa juga dimaknai sebagai benteng pertahanan. Kremlin hampir selalu ada di semua kota besar di Rusia. Lokasi umumnya ada di pusat kota dan menjadi ikon kota.

Kremlin di Moskow merupakan kremlin yang paling populer di Rusia. Di kompleks ini, presiden Rusia menjalankan tugasnya sehari-hari. Di tempat ini terdapat Museum Lenin, Taman Alexander, Api Abadi, Gereja Saint Basil. Gereja Saint Basil sangat terkenal dengan loncengnya. Lonceng gereja berbunyi setiap satu jam sekali. Ada pula lonceng yang berbunyi setiap 30 menit. Sayang, ketika kami berada di sana, tidak sempat mendengar suara lonceng satu dentang pun.


Suhu yang amat dingin memaksa kami tidak bisa berlama-lama di luar. Kami pun berlindung di Mal GUM yang masih di sekitar kremlin. Mal GUM merupakan pusat perbelanjaan yang paling elite di Moskow. Di tempat ini segala barang-barang bermerek dijual. Ada pula beberapa tempat makan ala Rusia di sini.

Selain kremlin di Moskow, kremlin di Distrik Ismailovo, Kota Moskow yang juga cukup populer. Kami mengunjungi Kremlin Ismailovo keesokan harinya. Di sekitar Kremlin Ismailovo, berjajar limosin yang biasanya dimanfaatkan untuk foto-foto pre-wedding. Ada pula semacam kantor urusan agama di dalam kompleks Kremlin bagi pasangan-pasangan yang ingin menikah secara legal. Ada pula tempat yang disediakan bagi pasangan yang baru saja menikah untuk berpesta sederhana di sekitar kremlin. Pasangan juga bisa berpesta di limosin.

Selain ada beberapa museum, di Kremlin Ismailovo juga ada pasar yang menjual berbagai cenderamata khas Rusia dengan harga terjangkau. Pasar di Kremlin Ismailovo bukanlah tempat jual-beli suvenir yang paling terkenal. Tempat yang paling terkenal di Rusia terletak di Jalan Arbat. Kami tidak mengunjungi tempat itu, tetapi membeli cenderamata di kompleks Ismailovo tidaklah mengecewakan. Boneka matrioska yang sangat tersohor di Rusia bisa didapatkan di tempat ini sekitar 400 rubel.

Minggu, 13 November 2016

Hati-Hati Bekerja Ya Mas, Adek Menunggu...

Hehehe.. duuh, judulnya gitu banget ya, kaya udah ada yang ditungguin aja di rumah :p (uhuk banget inilah, pasti habis ini ada yang pengen noyor kepala saya :p ). Jadi, ceritanya kemarin saya habis ikutan talkshow tentang keselamatan kerja yang diadakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Talkshow ini diadakan berbarengan sama Infrastruktur Week yang digelar di JCC.




Tema yang diusung sebetulnya sederhana. Soal keselamatan kerja. Eh, tapi jangan salah ya, meski terdengar simpel kalau disepelekan bisa fatal lho.. Tahu kan, kita tuh sering menyepelekan yang simpel-simpel sampai akhirnya sesuatu berubah menjadi rumit. Di talkshow ini, Direktur Bina Penyelenggara Jasa Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Darda Daraba dan Ketua Umum Asosiasi Ahli K3 Kontruksi, Lazuardi Nurdin bicara soal keselamatan kerja, terutama di sektor konstruksi.

Tahun-tahun sekarang ini, pembangunan semakin marak. Coba deh lihat jalan-jalan sekitar, pembangunan alam, pembangunan perumahan, pembangunan apaaa aja makin marak kan? Mall makin banyak. Umumnya kita (cie kita) hanya melihat kalau bangunan itu atau jalan itu sudah jadi. Tapi, pernah nggak sih kepikiran soal pembangunannya? Saya juga biasanya gitu, saya hampir nggak pernah mikir soal bagaimana proses pembuatan gedung mulai dari awal sampai jadi tuh barang. Tapi, belakangan jadi mikir. Mungkin karena akhir-akhir ini saya mulai dapat edukasi yang cukup banyak soal dunia konstruksi alias dunia bangunan (trus bangun rumah tangganya kapan dong mas? hehehe)

Pak Dirjen Darda bilang nggak ada artinya pemerintah bisa menyediakan infrastruktur yang baik buat masyarakatnya kalau ternyata pembangunan infrastruktur itu menimbulkan korban bagi pekerjanya. Saya jadi berfikir, di balik sebuah bangunan yang kokoh dan hebat pasti ada orang hebat di belakangnya. Entah itu arstek yang hebat, kontraktor yang hebat dan juga pekerja yang hebat. Bagi saya, hebat juga bukan soal hasil, tapi bagaimana proses di dalamnya juga bisa berjalan dengan baik.

Penyedia jasa konstruksi alias kontraktor yang baik harus memastikan keselamatan pekerjanya. Kita tahu bahwa urusan rezeki dan keselamatan itu milik Allah tapi sebagai manusia tentu semua pihak yang berkepentingan dalam pembangunan infrastrukturharus mengupayakan agar semua pekerja bisa selamat. Kalau bahasa pak Darda, kecelakaan itu bisa dicegah. Mencegahnya bagaimana? tentu dengan mencegah faktor-faktor yang bisa bikin celaka saat bekerja.

Pak Darda bilang, sebab kecelakaan kerja itu ada dua hal, unsafe action dan unsafe condition. Unsafe action itu berasal dari perilaku yang tidak aman dari pekerja. Misalnya, pekerja pekerja tidak menggunakan alat pelindung diri yang sesuai standar ketika bekerja. Udah tau mau pakai cangkul tapi nggak pakai sepatu yang aman. Udah tahu mau ngecat di gedung tinggi, tapi nggak pakai alat pengaman yang memadai. Atau bisa jadi pekerja melakukan suatu pekerjaan yang tidak sesuai dengan keahliannya. Misal pekerja nggak ahli mengoperasikan crane tapi tiba-tiba disuruh mengoperasikan crane.

Nah, disini, kontraktornya harus memastikan pekerja nggak melakukan hal-hal yang membahayakan dirinya sendiri. Meski kecelakaan kerja bisa ditanggung oleh asuransi, tapi siapa sih yan mau celaka? Inget ya, nikmat sehat dan selamat itu nggak bisa dinilai dengan nominal berapapun. Pekerja juga nggak boleh menyepelekan alat-alat ini dengan alasan:
ah, nggak pa-pa kok. nggak harus pakai alat pengaman toh bentar doang
. Nggak boleh gitu, kita nggak perna tahu apa yang akan terjadi ketika sedang bekerja. Pekerja itu berhak mendapatkan alat keselamatan sesuai standar, kontrasktor wajib menyediakan alat keselamatan kerja yang sesuai standar. Jadi, biar sama-sama enak kerjanya, memang harus ada kerja sama yang baik dan pengawasan yang baik antara kontraktor dan pekerja ini. Pokoknya jangan sampai ada yang celaka deh gara-gara nyepelein soal alat keselamatan yaa... Ingat, istri dan anak menunggu di rumah (uhuk!).

Selain unsafe action, penyebab kecelakaan kedua yaitu atau unsafe conditon. Unsafe condition itu kondisi nggak aman yang berasal dari lingkungan kerja. Misalnya, alat pelindung diri yang digunakan oleh para pekerja tidak sesuai dengan standar yang diterapkan. Trus contoh lain misalnya pekerja atau kontrakor kurang mentantisipasi risiko di lingkungan kerja.

Nah, Ketua Umum Asosiasi Ahli K3 Kontruksi, Lazuardi Nurdin bilang, risiko-risiko keselamatan yang ada di lingkungan kerja itu harus udah ada ketika kontraktor membuat dokumen Rencana Keselamatan dan Kesehatan Kerja Kontrak (RK3K) penawaran. Dokumen ini isinya soal detail teknis kontraktor bisa mengidentifikasi bahaya yang mungkin bisa terjadi di lokasi pekerjaan dan menilai tingkat risiko yang bisa dialami oleh pekerja.

Kontraktor harus tahu betul risiko apa aja selama mengerjakan proyek itu. Baik risiko kecil hingga risiko yang sangat besar. Kalau perlu kontraktor juga menghitung risiko pekerja digigit semut. Hah? digigit semut? iya, risiko itu juga perlu dihitung kalau memang lokasi kerjanya banyak semut dan bisa membahayakan pekerjanya. Ingat ya, soal keselamatan ini, kita tuh bahkan nggak boleh menyepelekan semut. Semut ini meskipun kecil tapi kalau main suit aja bisa ngalahin gajah kan? (apadeh ini...)

Intinya, semua risiko kesehatan dan keselamatan pekerja selama mengerjakan proyek itu harus dihitung. Apalagi untuk proyek-proyek yang besar. Semakin besar proyeknya semakin besar risikonya. Hal-hal kecil mencakup kesehatan juga harus diperhatikan. Misal soal makanan pekerja. Nah, kalau pekerja jajan sembarangan trus kena diare atau keracunan kan itu juga bahaya. Kalau proyek besar yang tahun-tahun lamanya juga harus diperhatikan risikonya.

Proyek lama itu konsekuensinya pekerja bisa jadi akan lama di tempat kerja dan nggak bertemu keluarganya. Kangen keluarga kadang bikin kerja jadi nggak konsen (ini sama kaya aku kalau pas kengen kamu jadi rese mas hahaha). Hal-hal begini juga harus dijabarkan secara gamblang di dokumen RK3K penawaran. Nah, kalau kontraktor ini lolos tender dokumen RK3K ini nanti dibahas lagi sama orang-orang yang berkepentingan dengan proyek tersebut.

Untuk proyek-proyek yang besar atau berisiko tinggi, harus ada keterlibatan ahli K3 buat memastikan semuanya berjalan baik d proses berjalannya proyek. Soal selamat dalam bekerja ini betul-betul nggak main-main lon. Kalau ada pekerja yanag kecelakaan, proyek pasti sedikit banyak akan terganggu dengan hal-hal yang mengga perlu. Waktu pasti akan ada yang terbuang untuk mengurus segala sesuatu untuk pekerja, belum lagi keluarganya.

Kalau begni, proyek bisa mangkrkak. Kalau biaya mangkrak, biaya juga bisa bertambah. Selain kerugian materi, akan ada juga kerugian imaterial. Soal reputasi. Dan yang paling penting menurut saya sebenarnya faktor keselamatan itu sendiri. kalau pekerja ada yang kecelakaan itu bikin sedih keluarga. Apa sih yang lebih membahagiakan dibandingkan ketika semua proyek sudah selesa dan semua bisa kembali ke rumah dalam keadaan sehat dan selamat? Kayaknya itu yang paling penting dan itu tidak ternilai harganya.

Kata pak Darda, soal K3 ini butuh kerja sama dari semua pihak. Kontraktor, pengusaha, pemerintah dan juga pekerja. Yuk, semuanya kita perharikan lagi produr-prosedur K3 biar semua aman. Mas, kerja yang bener ya, hati-hati, makan yang bener, biar sehat, selamat. Adek menunggu.... (aishh... ujung-ujungnya begini lagi)...